Uu Ruzhanul Mampu Dongkrak Elektabilitas Ridwan Kamil

Roni Kurniawan    •    Kamis, 09 Nov 2017 02:32 WIB
pilgub jabar 2018
Uu Ruzhanul Mampu Dongkrak Elektabilitas Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (tengah) didampingi Bupati Tasikmalaya, Uu Ruhzanul Ulum (kedua dari kanan), Sekjen PPP Arsul Sani (ketiga dari kiri), Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kanan) menerima Surat Keputusan pengusungan dari PPP. Foto: Faisal Abdalla/MTVN

Metrotvnews.com, Bandung: Setelah memastikan tiket untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar 2018, kini Ridwan Kamil (Emil) mulai dipusingkan untuk mencari sosok pendamping sebagai Calon Wakil Gubernur (cawagub). Pasalnya dua dari empat partai yang tergabung mendukung Emil yakni PPP dan Golkar mengusulkan kadernya untuk menjadi cawagub.

Menurut pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran Bandung Muradi, terdapat tiga kriteria yang harus dipertimbangkan Emil untuk memilih pendamping. Pertama, calon pendamping harus bisa menutupi kelemahan popularitas dan elektabilitas Emil di salah suatu wilayah.

"Cari wakil yang bisa garap kelemahan basis pemilih kang Emil. Karena itu akan sangat membantu untuk mendapatkan suara," ujar Muradi di Bandung, Rabu 8 November 2017.

Kedua, lanjut Muradi, calon wakil harus memiliki jaringan yang kuat, salah satunya melalui partai. Sebab dengan kekuatan jaringan partai yang dimiliki, wakil tersebut diyakini mampu meningkatkan sosialisasi yang baik sehingga berpotensi besar untuk menarik simpati pemilih. 

"Yang ketiga, wakilnya harus bisa menopang kinerja dia (Emil). Bukan sebaliknya," cetus Muradi.

Melihat kandidat calon wakil Emil yang disodorkan partai pengusung saat ini, Muradi menilai Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum lebih unggul dibanding Daniel Muttaqien. Uu dianggap mampu mendongkrak popularitas dan elektabilitas Emil di Priangan timur.

"Sebagai putra asli Priangan timur dan telah memiliki jaringan yang kuat, Uu relatif bisa mengambil suara di Priangan timur," imbuhnya.

Baca: PPP: Ridwan Kamil-Ruzhanul Sinergi Intelektual dan Santri

Meski berasal dari utara Jawa Barat, Daniel dinilai belum mampu meningkatkan popularitas dan elektabilitas Emill di kawasan tersebut. "Kalau Daniel, saya enggak yakin. Dia figur baru, belum bisa membangun. Paling juga hanya Indramayu saja, itu juga belum tentu," bebernya.

Selain itu dari sisi jaringan partai Uu lebih unggul dibanding Daniel. Dengan bulatnya dukungan PPP untuk Uu, maka mesin partai diprediksi akan bekerja maksimal dalam mensosialisasikan pasangan Emil - Uu.

Menurut Muradi hal itu justru berbanding terbalik dengan Daniel. Logistik Golkar yang kuat belum tentu bisa diandalkan, apalagi persoalan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu masih berlanjut sampai saat ini.

"Golkar punya tingkat resistensi yang cukup besar, karena ada Dedi Mulyadi," ucapnya.

Dengan begitu, Muradi menilai, Emil akan berisiko jika memilih Daniel sebagai pendampingnya. "Semacam api dalam senyap, bisa terbakar. Karena ada kekecewaan dari kader Golkar," urainya.

Sehingga, Muradi berpendapat Daniel tidak akan mengangkat elektabilitas Emil pada Pilgub Jawa Barat 2018. "Tidak akan mengangkat elektabilitas. Lebih banyak mudaratnya. Mesin Golkar tidak akan berjalan," pungkas Muradi.


(CIT)