Pilkada Bandung 2018

Nurul Arifin Jatuhkan Pilihan ke Cicit Pahlawan Nasional

Roni Kurniawan    •    Jumat, 10 Nov 2017 16:18 WIB
pilkada 2018
Nurul Arifin Jatuhkan Pilihan ke Cicit Pahlawan Nasional
Pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Bandung 2018 Nurul Arifin dari Golkar (kanan) dan Chairul Yaqin Hidayat dari Demokrat (kiri), MTVN - Roni Kurniawan

Bandung: Politikus Partai Golkar Nurul Arifin menggandeng Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) dalam Pemilihan Wali Kota Bandung 2018. Ruli merupakan cicit dari pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto.

Ruli juga kader Partai Golkar. Pasangan itu dideklarasikan di Jakarta pada 9 November 2017.

Nurul menegaskan Ruli memiliki beberapa kriteria. Nurul menilai Ruli amanah menjalankan tugasnya bila terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bandung.

Dalam Pilwako Bandung, Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrat. Golkar memiliki 6 kursi dan Demokrat menduduki 6 kursi di DPRD Kota Bandung. Nurul mengatakan jumlah kursi itu cukup sebagai modal mengikuti Pilwako Bandung.

"Sesuai dengan keputusan DPP Partai Golkar dan Demokrat, bahwa untuk Pilwalkot Bandung koalisi menjadi kesepakatan bersama," kata Nurul ditemui di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat 10 November 2017.

Nurul optimistis putra dari mantan Menteri Perindustrian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MS Hidayat, itu sanggup mendulang suara. Ruli juga memiliki kecakapan.

"Dia memiliki keahlian yang saya tidak punya. Ruli bisa menjadi partner yang baik," ujar Nurul.

Ruli mengaku sangat bersyukur bisa diutus Partai Demokrat untuk mendampingi Nurul di Pilwalkot Bandung. Padahal hasil survei yang dilakukan DPC Demokrat Kota Bandung, Ruli menempati urutan kedua di bawah Sekda Kota Bandung Yossi Irianto.

"Tadi malam Alhamdulillah dari DPP Demokrat di Jakarta melalui Sekjen Pak Hinca Pandjaitan udah menyerahkan surat tugas yang ketetapapannya sudah final untuk memilih Nurul dan saya untuk Pilkada Kota Bandung 2018," ujar Ruli.

Dengan berkoalisinya Golkar dan Demokrat, maka otomatis pasangan Nurul - Ruli sudah bisa diusung ke Pilwalkot Bandung 2018. Pasalnya koalisi dua partai itu sudah memiliki 12 kursi melebihi kuota yang ditetapkan KPU yakni 10 kursi legislatif.

 


(RRN)