Transportasi Online Cirebon Tetap Beroperasi

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 11 Oct 2017 20:10 WIB
taksi onlinetransportasi berbasis aplikasi
Transportasi Online Cirebon Tetap Beroperasi
Walikota Cirebon Nasrudin Azis. Foto: MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Transportasi online Kota Cirebon tidak terpengaruh larangan operasi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat. Transportasi online akan tetap beroperasi melayani masyarakat karena tak ada lagi konflik di kota Udang itu.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengatakan, kesepakatan yang disetujui oleh transportasi online dan transportasi konvensional bakal terus diterapkan. Kesepakatan tersebut memastikan dua moda transportasi ini, bisa beroperasi secara berdampingan di Cirebon.

"Insya Allah masih tetap sesuai dengan kesepakatan," kata Azis di Cirebon, Rabu 11 Oktober 2017.

Azis sempat mengaku pusing dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Dishub Jabar tersebut. Pasalnya, Pemkot dan Polresta Cirebon baru saja berhasil mendamaikan konflik yang terjadi antara tranportasi online dan konvensional.

(Klik: Wali Kota Cirebon Galau Dishub Jabar Larang Transportasi Online)

Pasca adanya kesepakatan tersebut, belum ada gesekan yang terjadi diantara keduanya. Alih-alih beri solusi, larangan tersebut justru dapat memicu gesekan antarmoda.

"Belum juga sebulan dibacakan ikrar perdamaian, ini muncul problem baru," kata Azis.

Azis berharap, keputusan yang dikeluarkan Dishub Jabar tidak kembali menyulut konflik. Ketertiban umum bepotensi terganggu, masyarakat bakal dirugikan.

(Baca: Transportasi Online Jabar tak Beroperasi Demi Menghindari Konflik)

Frans, salah satu pengemudi transportasi online, mendukung sikap Wali Kota Cirebon ini. Ikrar bersama sudah disepakati. Transportasi di Kota Cirebon sudah sangat kondusif dan tidak lagi terjadi gesekan.

"Sekarang sudah aman, tidak ada perselisihan. Jadi, saya mendukung Wali Kota untuk tetap menjalankan kesepakatan bersama yang sudah disetujui beberapa waktu lalu," ujar Frans.

Pengemudi online siap mentaati kesepakatan yang sudah dibuat. Salah satunya mengenai batas lokasi penjemputan. Frans juga mengatakan, batas-batas penjemputan tersebut, sering diingatkan melalui group yang diikuti oleh seluruh pengemudi transportasi online.

"Kita sering diingatkan, kalau di lokasi ini, wilayah penjemputannya disini. Jadi sudah ada batasannya. Kita juga mengikuti itu semua," kata Frans.

(Baca: Transportasi Online tak Beroperasi di Jabar Bentuk Kesepakatan Bersama)


(SUR)