Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut Maksimal Karena Berbelit

Antonio    •    Rabu, 04 Apr 2018 08:25 WIB
kekerasan
Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut Maksimal Karena Berbelit
Sidang tuntutan pembakar Zoya. (Medcom.id/Antonio)

Bekasi: Terdakwa pembakar Muhamad Al Zahra alias Zoya, Rosadi, dituntut hukuman 12 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cikarang, Rudi Pradisetia mengungkap tuntutan maksimal untuk Rosadi karena berbelit-belit dalam memberikan keterangan. 

"Ia juga didakwa melakukan pembakaran kepada Zoya dan menendangnya," kata dia di Bekasi, Selasa 3 April 2018.

Rudi mengatakan, Rosadi kerap tak jujur saat penyidikan dan penuntutan. Terbukti, kata dia, adanya perbedaan keterangan yang diduga tak sesuai fakta. 

"Kami sudah menghadirkan saksi verbal lisan begitu pun saksi lainnya bahwa terdakwa Rosadi selain melakukan pembakaran juga menendang korban," ujarnya.

Baca: Enam Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut 10-12 Tahun Penjara

Kuasa Hukum terdakwa Rosadi, Robinson Samosir, mengaku kecewa karena tuntutan JPU tak sesuai fakta persidangan. Robinson bakal menyampaikan pledoi. 

"Sebab saksi ahli atau saksi forensik  mengatakan sebab kematian karena benda tumpul, ini harus dirumuskan, kami akan buat pledoi sesuai dengan fakta persidangan, rosadi tidak melakukan suatu pidana melakukan kematian orang," katanya.

Sebelumnya, penuntut umum telah menuntut terdakwa dengan dakwaan kesatu Pasal 170 KUH Pidana di PN Bekasi, Selasa 3 April 2018. 


(LDS)