Bandung Gelar Pasar Murah

Roni Kurniawan    •    Senin, 04 Jun 2018 16:10 WIB
pasar murah
Bandung Gelar Pasar Murah
Pasar murah di Bandung. (Medcom.id/Roni K)

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya terus menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2018. Pasalnya beberapa harga bahan pokok di Bandung mengalami kenaikan sejak awal Ramadan. Kini Pemkot Bandung menggelar pasar murah.

“Kita berupaya agar harga stabil dengan melakukan pemantauan selama Ramadan. Termasuk H-5 dan H+7 Lebaran," ujar Penjabat Ssementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat pembukaan Pasar Murah di halaman Stasiun Kereta Api Kiaracondong Bandung, Jawa Barat, Senin 4 Juni 2018.

Solihin mengungkapkan, harga daging ayam sempat naik signifikan pada awal Ramadan mencapai Rp50 ribu per kilogram. Namun berkat koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan pengusaha ayam di Kabupaten Cianjur, harga daging ayam bisa kembali normal dengan diadakannya daging ayam beku yang dijual Rp33 ribu per kilogram.

"Kini harga daging ayam berada di kisaran Rp33.000-35.000 per kilogram. Stoknya pun mencukupi sampai lebaran nanti," lanjut Solihin.

Solihin menuturkan, selain menstabilkan harga pemerintah menggelar pasar murah untuk mengendalikan inflasi. Pasalnya pada Januari, inflasi di Kota Bandung sebesar 0,83 persen. Sedangkan Februari (0,22 persen), Maret (0,21 persen) dan April (0,27 persen). 

"Salah satu penyebab inflasi di Kota Bandung yaitu kenaikan harga beras. Tetapi di samping bahan pokok makanan, fesyen juga turut mempengaruhi inflasi," imbuhnya.

Pasar Murah untuk pengendalian inflasi 2018 digelar di Stasiun Kereta Api Kiaracondong Bandung, hingga Rabu, 6 Juni. Pasar murah ini menjual sejumlah kebutuhan pokok dan sandang.

Deputi Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, Sukarelawati Permana memastikan, harga kebutuhan pokok yang dijual terjangkau oleh masyarakat. Untuk harga telur Rp21 ribu per kilogram, beras Medium Rp9.250 per kilogram, gula pasir Rp11.500 per kilogram. Sedangkan minyak goreng Rp12 ribu per kilogram dan tepung terigu Rp7 ribu per kilogram. 

"Dengan beberapa harga tersebut kita harap masyarakat bisa membelinya untuk kebutuhan sehari hari," kata Sukarelawati.



(LDS)