Bandung jadi Kota Terpopuler di Media

Roni Kurniawan    •    Jumat, 30 Mar 2018 14:48 WIB
kota bandung
Bandung jadi Kota Terpopuler di Media
Kepala Bagian Humas Kota Bandung Yayan A. Brillyana memperlihatkan tiga penghargaan dalam ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2018 di Surabaya, Kamis 29 Maret 2018.

Bandung: Pemerintah Kota Bandung kembali menambah deretan penghargaan di lemari usai meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2018 yang digelar di Kota Surabaya, Kamis 29 Maret 2018 malam.

Tiga penghargaan tersebut diraih dalam tiga kategori, yaitu Kota Terpopuler di Media 2017, Kategori Owned Media Sub Kategori Social Media, dan Kategori Program PR Sub Kategori Government PR.

Kota Bandung menjadi Kota Terpopuler di Media berdasarkan penjurian yang dilakukan bersama PT INSENTIA dengan memonitor pemberitaan korporasi/lembaga/kementerian/pemerintah daerah di 20 media nasional, 40 media daerah dan 110 media mainstream di Indonesia sepanjang 2017.

Untuk kategori Social Media Kota Bandung meraih penghargaan berdasarkan monitoring yang dilakukan langsung oleh dewan juri terhadap akun media sosial media Humas Kota Bandung (@humasbdg) baik di Instagram, Twitter, Facebook, dan Youtube.

Sedangkan untuk kategori Government PR, Humas Kota Bandung menampilkan 'Program Bandung Menjawab' sebagai program humas pemerintah yang mampu menjadi wadah bagi para stakeholders untuk bertemu dan memberikan dampak positif bagi citra Kota Bandung.

"Alhamdulilah, penghargaan ini merupakan sebuah apresiasi atas perubahan humas pemerintah yang kaku dan tradisional, menjadi Humas Kota Bandung 2.0 yang lebih modern, sesuai jaman now,” ujar Kepala Bagian Humas Kota Bandung Yayan A. Brillyana saat dihubungi, Jumat, 30 Maret 2018.

Yayan mengatakan, humas harus bisa mengimbangi arus informasi yang begitu cepat baik itu berita baik atau negatif. Humas dituntut untuk memiliki kemampuan lebih agar bisa mengejar cepatnya perubahan paradigma komunikasi.

"Humas saat ini harus bisa mengimbangi arus informasi yang begitu cepat, baik itu berita negatif atau hoaks. Berita itu tidak bisa ditutup atau dihentikan tetapi harus diarahkan dan dijawab dengan berita baik. Kebiasaan pejabat pemerintah yang alergi terhadap media harus di dorong menjadi lebih terbuka," sambungnya.

Yayan menambahkan bahwa Humas Pemerintah Kota Bandung saat ini harus lebih modern agar lebih baik dalam melayani masyarakat. Pemanfaatan teknologi masa kini mutlak dilakukan untuk menjangkau khalayak lebih luas lagi.

"Humas yang modern itu harus menguasai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, meng-upgrade SDM kehumasan, mempunyai anggaran dan sarana prasarana yang cukup, dan terakhir selalu melakukan koordinasi yang efektif dengan seluruh stakeholders," pungkas Yayan.



(ALB)