Pengurus DPD II Golkar Kuningan Dilantik di 'Rumah Gubuk

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 09 Oct 2016 03:00 WIB
partai golkar
Pengurus DPD II Golkar Kuningan Dilantik di 'Rumah Gubuk
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kanan) hadir pada pembacaan surat keputusan pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya di depan patung penerima kelapa tarup Ema Eroh di Alun-alun Kota tasikmalaya, J

Metrotvnews.com, Kuningan: Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilantik di sebuah "rumah gubuk" berukuran 2x3 meter milik Subarna, 58. Lokasi pelantikan ini diklaim sarat dengan makna kehidupan.

"Kenapa saya sering pergi ke kampung-kampung? Inilah salah satu alasannya. Kita bisa mengetahui secara langsung realitas masyarakat," kata Ketua DPD I Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi seperti dilansir Antara, Sabtu (8/10/2016).

Sejatinya, pelantikan akan berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kuningan. Namun, agenda itu batal dan pelantikan di gubuk milik Subarna, Desa Sindang Sari, Kecamatan Sindang Agung, Kuningan.

Bupati Purwakarta itu menyayangkan masih ada warga Jawa Barat yang tinggal di "rumah gubuk" berukuran 2x3 meter. Apalagi, kondisi gubuk sangat memprihatinkan dan nyaris roboh.

Dalam gubuk mungil itu, Subarna bersama anak dan menantunya harus tinggal. Pasalnya, Subarna dan keluarga tidak berpenghasilan tetap, sehingga tidak mampu membangun atau mengontrak rumah yang layak.

Dedi memaksa kadernya itu untuk menyaksikan langsung derita rakyat kecil. Dalam sambutannya, Dede tampak tak kuat menahan haru hingga menetaskan air mata.

Dedi memerintahkan pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Kuningan membangun rumah yang layak untuk Subarna.

"Saya akan carikan lahan 100 meter untuk membangun rumah bapak. Anak bapak juga bisa bekerja di Kantor Golkar Kuningan, agar bisa memiliki penghasilan setiap bulan," ujar dia.

Subarna menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan tersebut. "Saya terima kasih, senang sekali. Alhamdulillah saya diberikan bantuan. Jarang ada orang yang mau peduli, apalagi sampai memberikan bantuan besar seperti membangunkan rumah," kata Subarna.
 


(AZF)