Satu Korban Banjir Bandang Garut Ditemukan di Jatigede

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 24 Sep 2016 11:06 WIB
banjir bandang garut
Satu Korban Banjir Bandang Garut Ditemukan di Jatigede
Polisi melakukan pencarian korban hilang akibat terjangan banjir bandang di Garut, Ant - Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Bandung: Satu korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat, ditemukan di wilayah Waduk Jatigede, Sumedang. Penanganan pascabanjir bandang di Garut, Jawa Barat, memasuki hari keempat. Jumlah korban jiwa pada Sabtu 24 September mencapai 30 orang.

Pusat Posko Makodim 0611 Garut mencatat satu korban ditemukan tidak di wilayah Garut, melainkan Sumedang. Hingga berita ini dimuat, jenazah berjenis kelamin perempuan itu masih dalam proses identifikasi.

Jumlah jenazah laki-laki yang ditemukan yaitu 9 orang. Sementara jenazah perempuan sebanyak 21 orang. Sebagian besar jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan.

Sementara itu, Humas dan Protokol Kantor Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor, mengatakan petugas masih mencari 22 korban hilang. Pencarian melibatkan Basarnas, kepolisian, TNI, dan BPBD.

"Untuk pencarian korban kami bagi menjadi lima sektor," kata Joshua.

Lima sektor itu yaitu Lapangan Paris, aliran Sungai Cimanuk, Waduk Jatigede, Cimacan, dan Leuwi Daun. Lima unit alat berat dan kendaraan operasional pun dikerahkan untuk mencari korban.

Berikut data sementara orang hilang di Pusat Posko Makodim 0611 Garut:
1. Sdri. Lena agustina, 18 th
2. Sdr. Ano, 60 th
3. Sdr. Feri, 40 th
4. Sdri. Eneng, 12 th
5. Sdri. Kokom, 35 th
6. Anak dari Bu Mimin, 3 th
7. Sdr. Supri, 40 th
8. Sdr. Etoy, 12 th
9. Ibu Neni Suryani, 30 th
10. Anak dari Bapak Supri, 3 th
11. Sdr Endan, 45 th
12. Ibu Yayah, 50 th
13. Ibu Aah, 60 th
14. Sdri Ira, 17 th
15. Ibu Euis, 35 th
16. Sdri Novi, 14 th
17. Ibu Ane, 35 th
18. Ibu Nani, 70 th
19. Ibu Sri Lestiawati, 44 th
20. Tania, 10 th
21. Sdr Suryaman, 70 th
22. Kalea, 2 bulan

Banjir menerjang tujuh kecamatan di Garut pada Selasa malam 20 September. Selain korban jiwa, banjir memporakporandakan ratusan rumah dan merusak fasilitas umum di kabupaten tersebut. Pelayanan publik pun terganggu, misalnya di RSUD dr Slamet Garut.

Lihat video:
 


(RRN)