Napi Lapas Subang Pengendali Peredaran Sabu Dibekuk

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 05 Sep 2016 23:07 WIB
narkoba
Napi Lapas Subang Pengendali Peredaran Sabu Dibekuk
Barang bukti sabu yang dikendalikan napi Lapas Subang, YN, disita petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat (Foto: MTVN/Octavianus)

Metrotvnews.com, Bandung: YN, narapidana kasus narkoba kembali diringkus polisi. Dia karena terbukti mengendalikan narkotika jenis sabu-sabu dari balik jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Subang, Jawa Barat.

"Pengungkapan ini berawal dari penangkapan tiga orang bandar narkotika di Bandung," kata Kepala Sub Direktur I Reserse Narkoba Polda Jawa Barat AKBP Zulkarnaen Harahap di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (5/9/2016).

Napi yang divonis delapan tahun penjara sejak 2012 itu mengendalikan peredaran sabu melalui ponsel. Sabu diedarkan oleh tiga bandar di wilayah Subang dan Bandung.

Tiga bandar sabu yang ditangkap yakni PG, AJ, dan DI. Petugas menyita barang bukti berupa dua paket besar sabu, satu dus kecil ganja, 130 kemasan plastik, satu rol aluminium foil, 13 kartu ponsel, satu alat isap sabu, satu unit ponsel, dan satu unit kendaraan roda empat.

Penyidik mengembangkan penyelidikan. Tersangka mengaku mendapat sabu dari seorang wanita berinisial NK.

"NK langsung kami kejar dan berhasil kami amankan di sebuah kos-kosan di wilayah bandung," kata dia.

Dari kamar NK ditemukan lima paket ukuran se‎dang dan 15 paket ukuran kecil sabu, 12 alat isap sabu, dan empat unit ponsel. "NK mengaku memperoleh barang tersebut dari YN yang merupakan narapidana di Lapas Klas II A Subang," tutur dia.

Kamar Lapas yang dihuni YN pun digeledah. "Dari penggeledahan ini kami temukan sebanyak 15 ponsel yang diduga milik pelaku," imbuh dia.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat AKBP Cahyo Hutomo mengatakan, belasan ponsel itu diduga digunakan YN untuk mengendalikan peredaran sabu.

"Ada dua handphone yang kami curigai sebagai alat telekomunikasi pengaturan narkoba di luar Lapas," kata AKBP Cahyo Hutomo.

YN mengaku mendapat pasokan sabu dari Jakarta. Ada kurir yang bertugas mengambil dan mengantarkan sabu itu yang tak lain adalah NK.

"Dia (YN) memperoleh barang tersebut dengan modus sistem tempel yang dikirim dari Jakarta ke Bandung. Total barang bukti yang diamankan dalam pengungkapan ini sebanyak 1,3 kilogram sabu senilai Rp1,7 miliar lebih," pungkas dia.


(TTD)