Tindak Lanjut Pemkot Depok Terhadap Keretakan Tanah

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 22 Oct 2018 12:28 WIB
pergerakan tanah
Tindak Lanjut Pemkot Depok Terhadap Keretakan Tanah
Sebidang tanah di Kampung Pedurenan RT 02/02, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, mengalami keretakan atau terbelah, Minggu, 21 Oktober 2018. Medcom.id/ Octavianus Dwi Sutrisno.

Depok: Pemerintah Kota Depok Segera menyelidiki penyebab tanah terbelah di Kampung Pedurenan RT 02/02, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Pemerintah Kota Depok Herman Hidayat mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui kepastian penyebab keretakan tanah tersebut.

"Kita akan membahas mulai dari penyebabnya, dan apakah ini membahayakan bagi warga atau tidak dan solusinya untuk jangka panjang maupun jangka pendek," kata Herman saat dikonfirmasi, Senin, 22 Oktober 2018.

Baca: Warga Minta Pemkot Depok Menindaklanjuti Keretakan Tanah

Herman menjelaskan, surat penyelidikan tersebut akan dilayangkan ke bagian Badan Penelitian dan Pengembangan PUPR dalam waktu dekat. Herman berharap segera ada solusi untuk menjawab kecemasan warga.

"Hari ini juga, dari pemerintah Kota Depok akan segera membuat surat itu sesuai dengan arahan pak Walikota. Dengan tindak lanjut ini, diharapkan nanti ada kesimpulannya," jelas Herman.

Herman menjelaskan, tanah yang retak tersebut diketahuinya bukan tanah urukan, dan baru pertama kali Kota Depok mengalami fenomena seperti ini.

"Ini baru kali pertama, tapi memang sesaat sebelum kejadian pada Sabtu sore, 20 Oktober 2018 kemarin sempat terjadi hujan lebat," ungkap Herman.

Baca: Sebidang Tanah di Cimanggis Depok Mengalami Keretakan

Sementara itu, secara terpisah Humas BMKG Pusat Hary Tirto Djatmiko menuturkan, pihaknya telah menerima laporan mengenai keretakan tanah tersebut. Menurut Hary, pihaknya juga sudah menurunkan tim untuk melakukan penelitian.

"Kita masih melakukan pengecekan di lapangan, untuk memastikan apakah itu pergerakan tanah atau bukan. Jadi tidak serta merta karena pergerakan tanah, oleh sebab itu kita masih rembukkan untuk mengetahui juga apakah fenomena itu akan melebar atau tidak," beber Hary.

Sebelumnya keretakan tanah terjadi di Kampung Pedurenan, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis sejak Sabtu 20 Oktober 2018. Tanah yang berada di sebuah lapangan dekat permukiman warga tersebut terbelah tiba-tiba ketika terjadi hujan lebat. Panjang retakan tanah tersebut diperkirakan sekitar 20 meter dengan kedalaman mencapai 1,5 meter.


(DEN)