Ritel di Bekasi Diimbau Gunakan Plastik Ramah Lingkungan

Antonio    •    Rabu, 12 Dec 2018 16:49 WIB
kantong plastik berbayarCukai PlastikLarangan Sampah Plastik
Ritel di Bekasi Diimbau Gunakan Plastik Ramah Lingkungan
Petugas menunjukan kantong berbahan dasar singkong pada pameran. MI/Pius Erlangga

Bekasi: Pemkot Bekasi mendesak pengusaha ritel di wilayahnya menggunakan kantong plastik ramah lingkungan. Imbauan menyusul telah terbitnya Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Kasie Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Sunarmo mengatakan kantong plastik ramah lingkungan terbuat dari bahan yang berbeda dengan kantong plastik umumnya. Kantong plastik yang ramah lingkungan itu terbuat dari tepung singkong dan tepung jagung dan mudah terurai.

Namun, kantong plastik ramah lingkungan tersebut memiliki kekurangan seperti tidak bisa mengangkut barang yang basah. Tapi, kelebihan kantong plastik mudah terurai ini sangat ramah dengan ekosistem.

"Itu bisa dimakan binatang, curut, semut, jangkrik. Kalau ditaruh saja tidak dikemas, akan bolong dengan sendirinya," kata dia di Bekasi, Rabu 12 Desember 2018.

Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswati menambahkan, mengakui harga kantong plastik ramah lingkungan relatif lebih mahal. Nantinya, biaya kantong plastik itu akan dibebankan kepada pengusahan ritel dan tidak ke konsumen.

"Jadi kalau ritel membayar plastik biasanya Rp300, kita paksa dia mengganti produk Rp300 jadi Rp1.000, tapi ramah lingkungan," ujarnya.

Pemkot Bekasi berencana untuk menerapkan larangan penggunaan kantong plastik kepada pengusaha ritel di wilayahnya. Hal tersebut masih dalam tahap sosialisasi. Pemkot Bekasi sudah memiliki peraturan terkait pengurangan penggunaan kantong plastik sejak 2016 dalam bentuk Peraturan Wali Kota.


(SUR)