Giliran Ojek Sumedang Berselisih dengan Ojek Daring

Ismail    •    Kamis, 10 Nov 2016 15:33 WIB
gojek
Giliran Ojek Sumedang Berselisih dengan Ojek Daring
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Sumedang: Tukang ojek yang mangkal di lingkungan kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat mengaku sepi penumpang. Sopir ojek menuding kondisi ini dipengaruhi beroperasinya ojek berbasis aplikasi (daring).

Gesekan antara sopir ojek pangkalan dengan ojek daring pun terjadi. Salah satu adalah mahasiwa Unpad menjadi korban penganiayaan diduga sopir ojek daring.

Wakapolsek Jatinangor, AKP Kusdinar Idris mengatakan, kejadian itu bermula ketika salah seorang mahasiswa Unpad berinisial B mengantarkan penumpang ke daerah Cipacing. Mahasiswa baru itu dicegat dan dianiaya sejumlah tukang ojek di Jatinangor.

"Kasusnya sedang diproses. Kita sudah menghadirkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan," kata Kusdinar, Kamis (10/11/2016).

Baca: Perselisihan Ojek Daring, Pemkot Solo: Tanya ke Pusat

Atmosfer pertentangan terhadap ojek daring pun terasa di pangkalan ojek Jatinangor. Maman, 45, salah satu pengojek, mengaku tak setuju dengan ojek daring.

"Kita dipangkalan ojek itu kalau soal penumpang saling menghargai. Dengan antrean, bukan siapa cepat dia dapat penumpang," katanya.

Dia menuding ojek daring kerap mengambil penumpang tanpa proses antrean. Ini yang tidak disenangi pengojek di pangkalan.

Kepolisian, kata AKP Kusdinar, telah melakukan pembinaan pada tukang ojek di Jatinangor agar kejadian serupa tak terjadi kembali. 

"Jika ada permasalahan lebih baik dibicarakan dahulu dan melibatkan muspika di Jatinangor," katanya.

Baca: Ojek Pangkalan di Bandung Minta Perjanjian Tertulis dengan Ojek Online

Perselisihan ojek daring dengan ojek pangkalan bukan kali ini terjadi. Pergesekan juga terjadi di berbagai kota, seperti Solo, Bandung, bahkan di Jakarta, markas ojek daring.


(SAN)