Cemburu, Suami Aniaya dan Telanjangi Istri di Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 25 Jul 2018 17:50 WIB
kekerasan dalam rumah tangga
Cemburu, Suami Aniaya dan Telanjangi Istri di Depok
Prima (penutup kepala) saat diperiksa penyidik Polresta Depok. (Foto: Octavianus DS)

Depok: Polresta Depok menangkap Prima, 31, setelah dilaporkan istrinya, NA, karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan yang dilakukan Prima, terjadi di depan anak mereka dan direkam menggunakan gawai pelaku. 

"Pelaku mengakui, menggunduli dan menyiksa korban (istrinya) di depan anaknya," kata Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro, di Depok, Jawa Barat, Rabu 25 Juli 2018. 

Bintoro mengungkap, pelaku menyiksa NA di tiga lokasi salah satunya di lokasi kerja pelaku yakni di arena biliar. Saat itu, korban diseret dan di siksa di lantai dua gedung permainan biliar. 

"Pelaku mengaku cemburu, karena korban berkomunikasi dengan pria lain. Sehingga menyuruh istrinya mengaku dan disiksa," jelasnya. 

Sementara itu, Prima hanya menunduk saat diperiksa penyidik di Mapolresta Depok. Dia merasa kesal, karena NA ketahuan berkomunikasi dengan laki-laki lain. 

"Saya kesal pak, istri saya selingkuh dengan laki - laki lain," tandasnya.

Akibatnya, Prima diancam Pasal 44 UU no 23, tahun 2004 mengenai KDRT dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

Sementara itu, NA mengaku kerap dianiaya Prima. Namun penyiksaan yang dialami saat ini lebih parah. Dia menuturkan, pada Senin 23 Juli 2018, malam, suaminya memukuli hingga menelanjanginya. 

"Dipukul, ditendangin, dan dilempar pakai kunci sampai kepala saya bocor. Terus saya direkam, baju saya dibuka, lalu baju dibuang ke kali. Lalu saya disuruh cium dan jilat kakinya dia," ungkap NA saat ditemui di kediamannya.

Na mengungkap, tuduhan suaminya tidak benar. Lantaran hubungannya dengan lelaki yang dituduh sebagai pria lain, hanya seorang teman. Dia mengaku, mengenal pria tersebut sebelum menikah dengan Prima.

"Saya akui, salah tapi tidak pernah melakukan hubungan intim sama dia," jelasnya.

Dia menerangkan, Prima terus menekan dirinya untuk mengaku. Meski sudah jujur, tidak ada hubungan dengan pria lain. Prima tetap memukuli hingga menelanjangi NA. 

Tak puas, Prima kemudian membawa anak dan istrinya ke tempat biliar. Prima kata NA beralasan akan membawanya ke rumah orang tuanya. Namun, kendaraan justru memutar balik ke lokasi biliar. 

"Di situ saya dipukulin, ditendang, lalu akhirnya disuruh telanjang dan direkam lagi. Kepala dan kening bocor, di bawah mata memar, di pipi sampai dagu bengkak," urainya.

Usai penyiksaan itu, Prima menyuruh NA untuk menggunduli rambutnya sendiri. Setelah itu, Prima pergi dengan membawa sang anak. 

"Saya pulang, diantar oleh orang di tempat itu ke rumah. Lalu dia lapor itu semua ke ayah saya, dan menyarankan lapor ke polisi karena ini udah KDRT parah," terangnya.

NA mengungkap, selama tiga tahun menjalani pernikahan dengan Prima tak luput dari kekerasan. Dia sebelumnya enggan melapor dan menutupi segala perlakuan kasar suami ke orang tuanya.

"Saya diam dan menutupi dari orang tua, masih tahan karena mikir anak," pungkasnya.



(LDS)