Nur Mahmudi Sudah Lama Ditetapkan Sebagai Tersangka

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 29 Aug 2018 15:13 WIB
kasus korupsi
Nur Mahmudi Sudah Lama Ditetapkan Sebagai Tersangka
Wali Kota Depok Nur Mahmudi.MTVN/Hardiat Dani Satria

Depok: Polisi menetapkan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Depok. Penetapan tersangka sejak 20 Agustus 2018.

Kapolres Depok, Kombes pol Didik Sughiarto mengatakan penyelidikan terkait kasus tersebut sudah dilakukan sejak November 2017.

"Beberapa barang bukti sudah kita sita dan telah dihitung kerugian negara oleh tim auditor," ucap Didik saat dihubungi, Rabu, 29 Agustus 2018.

Baca: Eks Wali Kota Depok Nur Mahmudi jadi Tersangka Korupsi

Didik menuturkan, menurut hasil identifikasi pihaknya kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Kota Depok terjadi tahun 2015 silam. Namun, Didik belum bisa menerangkan peran dari kedua mantan pejabat di lingkungan Pemerintahan Depok. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

Menurutnya, mengapa Polresta Depok baru membuka kepada publik mengenai kenaikan status kedua orang itu menjadi tersangka, karena merupakan bagian dari teknis penyidikan.

"Tentunya penyidik ada pertimbangan untuk melakukan penyidikan," ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun Medcom.id, proyek pelebaran jalan tersebut rupanya merupakan program Wali Kota Depok yang saa itu dijabat Nur Mahmudi Ismail dan Wakil Wali Kota, Mohammad Idris.

Idris yang kini menjadi Wali Kota Depok menegaskan, rencana proyek pembangunan Jalan Nangka sudah dilakukan sejak 2013 dan terus berlanjut hingga 2016. Namun semenjak Wali Kota diganti pembangunan proyek tersebut telah diberhentikan.

Pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka itu menggunakan dana dari APBD tahun anggaran 2015 senilai Rp17 miliar. 


(ALB)