Warga Kecewa tak Bisa Bertemu Presiden saat Open House

Rizky Dewantara    •    Jumat, 15 Jun 2018 15:42 WIB
Idulfitri 1439 H
Warga Kecewa tak Bisa Bertemu Presiden saat <i>Open House</i>
Ketua nelayan tradisional Provinsi Papua Barat, Verry Yensenem di Bogor, Jabar. (Foto: R Dewantara)

Bogor: Masyarakat yang telah mengantre di Pintu 2 Kebun Raya Bogor, Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat sejak pagi, kecewa karena tidak bisa masuk dan bertemu Presiden Joko Widodo saat open house Idulfitri di Istana Bogor, Jumat 15 Juni 2018. 

Pantauan Medcom.id, sekitar pukul 11.15 WIB massa yang mengantre mulai meneriaki Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang menjaga pintu masuk Kebun Raya Bogor. 

Semula warga tertib mengantre. Namun pintu gerbang yang tak kunjung dibuka, membuat massa saling dorong agar pintu dibuka. 

"Tolong lah, kami sudah jauh-jauh ke sini. Kami mau berlebaran dengan Presiden Jokowi," teriak seorang warga,  di lokasi Pintu Dua Kebun Raya Bogor.

Mendengar teriakan warga, Paspampres tak bergeming. Petugas tetap berjaga dan menutup pintu gerbang, yang kemudian dibalas sorak warga yang kecewa. 
 
Ketua nelayan tradisional Provinsi Papua Barat, Verry Yensenem, 45, mengaku kecewa lantaran tidak bisa bertemu dengan Presiden Jokowi. Padahal Verry sengaja terbang dari Papua Barat ke Bogor. 

"Kami datang untuk mengundang bapak Jokowi datang ke Papua Barat, kenapa tidak diperkenankan untuk bertemu. Kami rakyat yang memilih presiden, penentuan presiden ada di tangan rakyat," ujar Verry, di lokasi.

Verry mengungkapkan, rombongan dari Papua Barat sudah tiga jam mengantre namun tidak diberikan masuk oleh Paspampres. 

"Kami dari Papua seratus persen Jokowi, maka jika di jilid dua Jokowi ingin menang, tolong ubah sistem yang ada, layani masyarakat dengan baik," tegasnya.

Seperti diketahui, acara open house Idulfitri di Istana Bogor, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Pengunjung yang datang pun dibatasi, hingga 3.000 orang. 

"Pintu masuk akan ditutup pada pukul 11.00 WIB, atau jika kuota pengunjung telah terpenuhi," ujar Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 061/Suryakancana Mayor Inf Ratno Sudarmadi dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Juni 2018. 


(LDS)