Dirum PD Pasar Kota Bogor Tersangka Korupsi Penyertaan Modal

Rizky Dewantara    •    Senin, 03 Sep 2018 19:50 WIB
kasus korupsi
Dirum PD Pasar Kota Bogor Tersangka Korupsi Penyertaan Modal
Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor, DSH, saat memasuki mobil tahanan Kejari Bogor, Senin, 3 September 2018. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor, DSH, ditetapkan  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) PDPPJ yang dialihfungsikan menjadi dana deposito di Bank Muamalat sebesar Rp15 miliar.

"Hari ini kami memanggil sebagai saksi, dan setelah dilakukan gelar perkara status saksi ditetapkan sebagai tersangka. Inisialnya DSH yang menjabat sebagai Dirum di PD PPJ," kata Kepala seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Widiyanto Nugroho Senin, 3 September 2018.

Tersangka mendepositokan uang Rp15 miliar ke Bank Muamalat pada Juli 2015. Peruntukan hasil deposito dipecah menjadi dua, uang dan logam mulia.

Uang langsung disetorkan ke kas PDPPJ, sedangkan yang digunakan bisnis logam mulia ini masuk kantong ke pribadi.

"Dalam bentuk uang  yang disetor ke PD Pasar sampai saat ini belum dihitung dan dalam bentuk logam mulia sebesar 605 gram. Kalau disetarakan uang logam mulai sebesar Rp312 juta," jelasnya.

Kejari Bogor mengendus barang bukti fisik logam mulia seberat 605 gram. Namun, yang baru dikembalikan dan diserahkan ke penyidik hanya sebesar 550 gram.

"Kami masih cari sisa logam mulia yang belum diserahkan tersangka. Logam mulia ini salah satu bukti kejahatan tindak pidana korupsinya," ungkapnya.


Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Tersangka ditahan selama 30 hari ke depan di rutan Paledang. Untuk potensi tersangka lain masih didalami ," pungkasnya.

DSH sempat terlihat menaiki mobil tahanan Kejari Bogor ditahan di Lapas Paledang. Dia terlihat menggunakan rompi berwarna orange dengan kawalan ketat petugas.

Dia pun mengindikasikan ada orang lain yang ikut terlibat. "Saya harap kasus ini dibuka selebar-lebarnya dan yang terlibat harus kena semua," pungkasnya.

 


(SUR)