Keong Sawah Penyebab Keracunan Mengandung Bakteri

Antara    •    Selasa, 29 May 2018 15:17 WIB
keracunan makanan
Keong Sawah Penyebab Keracunan Mengandung Bakteri
Korban keracunan makanan setelah mengkonsumsi tutut di Bogor. (ANT/Yulius Satria Wijaya)

Bogor: Hasil uji laboratorium sampel makanan olahan tutut (keong sawah) menunjukkan positif mengandung bakteri. Sampel yang diujikan yakni tutut olahan yang sudah matang. 

"Hasil uji laboratorium Labkesda hasil pemeriksaan sampel keracunan, positif di keong mengandung Shigella, E.coli dan Salmonella," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, Selasa 29 Mei 2018. 

Rubaeah menuturkan, hasil uji lab terhadap air yang digunakan untuk memasak tutut pun mengandung coliform dan logam Mn (mangan). Dia menjelaskan, bakteri seperti E.coli, Salmonella dan Shigella dapat berkembangbiak dengan cepat di dalam keong yang tidak diolah atau dimasak dengan baik.

"Jika pengolahan tidak memenuhi standar higienis dan sanitasi, menimbulkan kuman yang menyebabkan gejala-gejala keracunan itu, mual, muntah, diare dan panas demam," imbuhnya.

Sementara itu, air yang mengandung Mn jenis mineral jika
dikonsumsi berlebihan dapat berbahaya untuk fungsi ginjal. Rubaeah mengungkap, keong merupakan makanan yang mudah terkontaminasi kuman. 

Apalagi hasil survei di rumah tempat pengolahan tutut, jarak antara septic tank dan tempat pengolahan sangat dekat.  Saat ini, Dinkes Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium untuk sampel dari korban keracunan dan pemasak tutut juga sampel muntahan. 

Baca: Puluhan Orang Keracunan Keong Sawah di Kota Bogor


(LDS)