Hukum Tetap Jalan Meski Pelaku Penyerangan Alami Gangguan Jiwa

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 20 Feb 2018 18:29 WIB
penyerangan
Hukum Tetap Jalan Meski Pelaku Penyerangan Alami Gangguan Jiwa
Polda Jabar menjalin sinergi dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat. Foto: Medcom.id/Octavianys Dwi Sutrisno

Bandung: Polda Jabar tetap memproses setiap kejadian penyerangan terhadap pemuka agama dan penyerangan ke tempat ibadah yang terjadi beberapa waktu belakangan. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menegaskan proses hukum tetap berjalan meskipun pelaku penganiayaan mengalami gangguan jiwa.

"Hukum proses tetap berjalan walaupun dia (pelaku) mengaku kurang waras," ungkap Agung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa, 20 Februari 2018.

Agung menyebut ada sembilan kasus dugaan penyerangan yang dialami oleh ulama. Namun, tujuh di antaranya telah dibuktikan tidak terjadi.

"Yang tujuh itu bukan, dan ini sedang kita dalami contohnya seperti di Bogor menurut informasi ada ulama yang dianiaya, ulamanya sudah ketemu dan ternyata (diidentifikasi) tidak ada apa-apa," ucapnya.

(Baca: Polri Sebut Insiden Di Ponpes Karangasem Tak Disengaja)

Menurutnya, dari sejumlah kasus yang tidak sesuai kebenarannya (hoaks) terlihat seperti ada yang memancing di air keruh. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus mendalami dan menganalisa dengan mengkorelasikan setiap kejadian tersebut.

"Jadi setiap ada kejadian kita harus korelasi kan dan menghubungkan dengan fakta - fakta sosial yang ada, apakah ada hubungannya?"

Selanjutnya, Polda Jabar terus menjalin sinergi dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga kondusifitas keamanan di Jabar selain terus memantau keadaan.

"Tindakan preventifnya, Dewan Mesjid provinsi juga ingin memberikan kontribusi di tingkat Kabupaten maupun kota, bersama kepolisian dan TNI paling tidak ada kegiatan rutin Silaturahmi, sehingga bila ada informasi lain bisa cepat di sampaikan," pungkasnya.

(Baca: Pemimpin Ponpes di Cicalengka Dianiaya Orang tak Dikenal)
 


(SUR)