Jalan Berbayar di Sekeliling Ibu Kota Tuai Pro-Kontra

Antonio    •    Senin, 26 Mar 2018 10:45 WIB
erp jakarta
Jalan Berbayar di Sekeliling Ibu Kota Tuai Pro-Kontra
Uji coba ERP di Jakarta. Foto: MI/Immanuel.

Bekasi: Rencana penerapan sistem electronic road pricing (ERP), jalan berbayar elektronik, tol maupun jalur biasa di Jakarta, menuai pro-kontra dari pengendara. Beragam alasan yang memicu sentimen positif dan negatif.

Jika diterapkan, masyarakat harus memiliki OBU (on board unit) di kendaraannya. OBU terkoneksi dengan mesin ERP. Jika tidak memiliki OBU, kendaraan tidak bisa masuk.

Joy, pengendara mobil pribadi mengatakan, ia setuju dengan rencana itu. "Setuju aja asalkan untuk mengurai kemacetan," kata dia di Bekasi, Senin 26 Maret 2018.

(Baca: Anies Telaah Wacana Mobil Luar Kota Berbayar)

Pengendara lain, Royani mengaku belum tahu rencana tersebut. Ia  terkesan pasrah dengan penerapan sistem ERP.

"Saya si rakyat, saya manut saja. Kalau enggak diatur, rakyat yang susah," ujar pria yang mengaku jarang ke Jakarta itu.

Rencana penerapan sistem ERP juga ditolak sejumlah pengendara. Mereka merasa dibebankan jika hal itu diberlakukan. "Enggak setuju. Soalnya membebankan ya," ujar Nunu.

Pengendara taksi daring, Arif juga mengaku tidak setuju. Ia merasa dibebankan jika diberlakukan sistem ERP. "Saya enggak setuju, nambah beban aja," ucapnya.

(Baca: Perbatasan Ibu Kota akan Dikelilingi Jalan Berbayar)


(SUR)