Marbot Perekayasa Kasus Aniaya Berharap Simpati

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Jumat, 02 Mar 2018 16:01 WIB
penganiayaan
Marbot Perekayasa Kasus Aniaya Berharap Simpati
UR saat mereka ulang rekayasa kasus penganiayaan. (Medcom/Octavianus DS)

Bandung: Marbot, UR, 56, jadi tersangka laporan palsu lantaran merekayasa insiden penganiayaan dirinya sendiri di Masjid Agung Istiqomah, Jalan Raya Cigodeg, Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat, pada Rabu, 28 Februari 2018. Faktor ekonomi mendorong UR untuk membuat kabar bohong. 

"Intinya yang bersangkutan ingin tarik simpati atau belas kasihan masyarakat. Melihat penghasilannya sebulan hanya Rp125 ribu dari pekerjaannya sebagai marbot," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jumat, 2 Maret 2018. 

Baca: Penganiayaan Marbot di Garut Rekayasa

Umar menuturkan, kabar penganiayaan yang dibuat-buat murni dari pelaku. Tak ada paksaan pihak lain. 

Sementara itu, tokoh agama dan MUI Kabupaten Garut telah menyampaikan permohonan penangguhan penahanan terhadap UR. Kapolres Garut AKBP Budhi Satria Wiguna membenarkan permohonan tersebut.

"Tetapi penyidikan tetap dilanjutkan sesuai aturan dan tata perundang - uundangan yang berlaku," ujar Kapolres. 

Kapolres berharap para tokoh agama dan MUI Kabupaten Garut membantu mengklarifikasi kabar penganiayaan UR tidak benar. Sehingga tak meresahkan masyarakat. 


(LDS)