Belasan Desa Terdampak Tanah Longsor dan Tanah Labil di Ciamis

Kristiadi    •    Sabtu, 24 Feb 2018 12:22 WIB
tanah longsor
Belasan Desa Terdampak Tanah Longsor dan Tanah Labil di Ciamis
Ilustrasi. (Metrotvnews/ Mohammad Rizal)

Ciamis: Hujan deras yang terjadi sejak Jumat sore, 23 Februari 2018, hingga Sabtu pagi, menyebabkan tanah longsor dan tanah labil di 12 desa di Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Akibatnya, puluhan rumah di Kampung Sukamulya, Desa Tigaherang, rusak. Selain itu 23 rumah lainnya terancam. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. 

"Pergerakan tanah yang terjadi di beberapa lokasi berjauhan antara Desa Indragiri, Panawangan, Bangunjaya, Jayabaya, Nagarawangi, Nagarajaya, Kertajaya, Sagalaherang, Mekarbuana, Cinyasag, Karangpaningal dan Gardujaya. Sementara, tanah longsor yang terjadi beberapa hari terjadi di 72 titik kondisinya berat, sedang dan ringan," kata, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya, Sabtu 24 Februari 2018.

Ade mengatakan, pergerakan tanah dan tanah longsor juga mengakibatkan jembatan penghubung antar Desa Tanjungsukur dan Desa Tigaherang tidak bisa dilalui karena rusak tergerus aliran sungai juga ambles sedalam satu meter dengan panjang hingga 300 meter di Desa Rajadesa, Kecamatan Rajadesa.

"Pergerakan tanah dan tanah longsor, selain terjadi di 12 Desa masih terjadi di Desa lainnya seperti Tanjungjaya dan Rajadesa merusak 2 unit rumah tertimbun tanah longsor berasal dari bukit di ketinggian sekitar 30 meter panjang 100 meter dan ketebalan 20 meter," ujarnya.

Selain itu, Ade menuturkan, tanah longsor juga menimbun areal pertanian siap panen seluas 2 hektare juga sejumlah kolam ikan dan ternak. Kini, kata Ade, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, relawan, dan masyarkat masih bergotong royong membersihkan material longsor. 

"Kondisi sekarang ini memang di Kabupaten Ciamis bagian utara masih banyak penduduk mendirikan rumah di bawah dan atas tebing dalam kondisi tanah labil yang mudah longsor, karena tebing berada di lokasi tersebut setinggi 25 meter, lebar 50 meter dan ketebalan tanah 15 meter telah mengurug areal persawahan," pungkasnya.


(LDS)