Dua PNS Kota Bogor Dipecat tak Hormat

Rizky Dewantara    •    Selasa, 09 Jan 2018 14:17 WIB
korupsi
Dua PNS Kota Bogor Dipecat tak Hormat
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, saat memantau proses pendaftaran Pilawalkot di kantor KPU Kota Bogor.

Bogor: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memecat dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat kasus penggelapan dana retribusi perizinan sebesar Rp2,5 miliar, di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor. Bima mengaku sudah menandatangani surat pemberhentian tersebut. 

"Bulan ini oknum PNS tersebut sudah dipecat secara tidak hormat," kata Bima, saat ditemui di kantor KPU Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Januari 2018.

Terungkapnya korupsi retribusi perizinan yang mencapai Rp2,5 miliar di DPMPTSP Kota Bogor mencoreng program Pemerintah Kota Bogor yang bersih dari korupsi, yakni koordinasi, supervisi dan pencegahan korupsi (Korsupgah).

Bima Arya mengatakan, meski ada program Korsupgah, rekap yang belum rutin dan sistem yang belum semua online menjadi alasan lemahnya sistem pelaporan di DPMPTSP. 

"Sistem saat ini telat, ke depan kami membangun sistem online yang tepat waktu. Kemarin kan disimpan dahulu, baru dilaporkan per bulan. Ini permasalahannya pembangunan sistem," bebernya.

Bima menekankan program Korsupgah untuk mengantisipasi seperti perbaikan sistem. Bahkan DPMPTSP Kota Bogor menjadi percontohan. Dan satu lagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Tapi sayangnya, DPMPTSP yang menjadi percontohan itu malah korupsi.

"Saya akan jadikan kejadian ini sebagai muhasabah untuk evaluasi, intropeksi, dan penguatan sistem," paparnya.



(ALB)