Difabel Berharap Fasilitas Publik 'Ramah' di Tangerang

Hendrik Simorangkir    •    Senin, 03 Dec 2018 19:29 WIB
disabilitas
Difabel Berharap Fasilitas Publik 'Ramah' di Tangerang
Ilustrasi trotoar, Medcom.id - M Rizal

Tangerang: Hari Disabilitas Internasional diperingati tiap 3 Desember. Namun, infrastruktur untuk penyandang di berbagai kota di Indonesia khususnya di Kota Tangerang masih minim. Banyak trotoar di jalan-jalan Kota Tangerang belum ramah bagi disabilitas.

Ketua Yayasan Difabel Mandiri Indonesia Subandi mengatakan, sarana dan prasarana untuk penyandang disabilitas di Kota Tangerang memang masih sangat terbatas. 

"Sangat belum memadai fasilitas umumnya. Infastruktur dan fasilitas publik seperti halte, trotoar, insfastruktur, bahkan di Dinas Sosial saja tidak memadai," ujar Subandi, Senin, 3 Desember 2018. 

Tak hanya infrastruktur, lanjutnya, penyandang disabilitas juga masih mendapat stigma tak baik. Bahkan, hal itu juga dilakukan oleh pegawai di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. 

"Saya saja ke Puspemkot bengkak kaki karena belum ada infrastruktur yang baik. Bukan hanya insfrastruktur, stigma mereka kepada penyandang disabilitas juga seperti itu," katanya.

Subandi menjelaskan Kota Tangerang tak melakukan sosialisasi dan pemahaman mengenai penyandang disabilitas. Seharusnya, ia menambahkan, penyandang disabilitas diberi kesempatan untuk memamerkan karya. 

"Saat ada acara seperti kemarin, itu hanya senam, tidak dijadikan ajang untuk membantu penyandang disabilitas," ucapnya.

Subandi menegaskan, untuk mengubah stigma kepada penyandang disabilitas harus dilakukan dengan mengadvokasi dan sosialisasi pemahaman mengenai disabilitas. Karena itu, saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan dan advokasi ke pemangku kepentingan di kota Tangerang.

"Semoga ke depannya sosialisasi dan implementasi UU Nomor 8 thn 2016 dapat segera terwujud di Kota Tangerang," jelas Subandi.

Subandi berharap, Pemkot Tangerang akan lebih memperhatikan layanan bagi penyandang disabilitas. Dengan begitu, Kota Tangerang bisa setara dalam melayani seluruh masyarakatnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Dadi Budaeri mengakui, sarana dan prasarana untuk penyandang disabilitas di kotanya memang masih minim. Menurutnya, pihaknya sedang berupaya untuk memenuni akses bagi disabilitas di Kota Tangerang dengan membuat trotoar dan halte yang ramah untuk penyandang disabilitas.

Ia mencontohkan, Pemkot telah memberikan berbagai aksesibilitas, seperti jalan trotoar harus yang ramah disabilitas. Selain itu, aksesibilitas juga tersedia di kantor pemerintah seperti tangga, jalan khusus, dan kursi roda untuk penyandang disabilitas.

"Sambil berjalan sudah kita benahi. Itu sudah mulai ada di gedung pemerintah," kata Dadi.

Selain itu, Dadi menambahkan, Pemkot Tangerang juga telah mulai membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang yang mengharuskan kementerian/lembaga membuka minimal 5 persen lowongan untuk penyandang disabilitas.

"CPNS kemarin ada yang daftar 5 persen. Tapi pengumumannya belum," katanya.

Dadi menjelaskan, pekerjaan itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, pihaknya membutuhkan penyandang disabilitas yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan hukum. Ke depan, mereka akan ditempatkan ke instansi yang membutuhkannya.

Selama ini, Dadi mengklaim, Pemkot Tangerang telah mempekerjakan penyandang disabilitas, meski dalam jumlah sedikit. 

"Baru dua atau tiga orang. Dia BKPSDM. Karena dulu aturannya boleh, tapi sekarang harus dibuka (pendaftaran bagi penyandang disabilitas," jelas Dadi.

Lanjutnya, Pemkot Tangerang akan terus memperbaiki pelayanan bagi penyandang disabilitas. Dengan begitu, terjadi kesetaraan bagi penyandang disabilitas.



(RRN)