Surat Rekomendasi tak Turun, PKS Cirebon Sebut Itu Wewenang Pusat

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 16 Jan 2018 18:46 WIB
pilkada serentak
Surat Rekomendasi tak Turun, PKS Cirebon Sebut Itu Wewenang Pusat
Ketua DPD PKS Cirebon Karso, Medcom.id - Ahmad Rofahan

Cirebon: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak menerbitkan rekomendasi untuk pasangan Siswandi-Euis Fety Fatayati di Pemilihan Wali Kota Cirebon, Jawa Barat. Menurut Ketua DPD PKS Cirebon Karso, keputusan itu merupakan kewenangan pusat.

Karso mengaku hanya melanjutkan keputusan dari pusat itu. DPD hanya mengusulkan nama ke DPW. Tapi yang menentukan nama sebagai calon kepada daerah adalah pusat.

Awalnya, lanjut Karso, nama pasangan calon yang masuk daftar usulan adalah Siswandi dan dirinya. Partai koalisi pun, ungkap Karso, sudah menyepakati usulan itu.

"Tiba-tiba pada 6 Januari ada pasangan baru yang muncul yaitu Siswandi dan Euis. Saya kaget dengan kemunculan nama pasangan tersebut," ungkap Karso di Cirebon, Selasa, 16 Januari 2018.

DPW PKS Jawa Barat pun mempertanyakan kemunculan nama Euis sebagai pendamping Siswandi. Sebab PKS tak pernah membahas nama tersebut.

Karso pun tak pernah bertemu dengan Euis. Karso juga mengaku tak pernah diajak berkomunikasi mengenai pasangan itu.

Lantaran itu, ujar Karso, PKS tak mau membeli 'kucing dalam karung'. Sebab PKS tak pernah diajak untuk membahas pasangan Siswandi-Euis.

“Kita nggak tahu visi misinya bagaimana dan komimen membangun bersamanya bagaimana. Kita tidak pernah diajak komunikasi,” kata Karso.

Masalah muncul setelah Siswandi gagal maju ke Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon 2018. Sedianya Siswandi-Euis mendapat dukungan dari Koalisi Umat.

Baca: Siswandi-Euis Gagal Nyalon di Cirebon Akibat Mahar Miliaran Rupiah

Namun, hanya PAN dan Gerindra yang menerbitkan rekomendasi. Sedangkan PKS tak menerbitkan rekomendasi. Akibatnya, jumlah kursi untuk mengusung Siswandi-Euis kurang memenuhi syarat. Sehingga Siswandi-Euis gagal maju ke pemilihan.


(RRN)