Tiga Perusahaan Laundry Diduga Cemarkan Sungai Citarum

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 22 Jan 2018 18:16 WIB
lingkungan
Tiga Perusahaan Laundry Diduga Cemarkan Sungai Citarum
TNI dan kepolisian Jabar ungkap dugaan pencemaran Sungai Citarum yang dilakukan tiga perusahaan laundry di Kabupaten Bandung, Senin 22 Januari 2018, Medcom.id - Octa

Bandung: Tiga perusahaan jasa cuci pakaian atau laundry diduga melakukan pencemaran lingkungan ke Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Polisi masih menunggu hasil laboratorium untuk menetapkan status tersangka pada pemilik jasa laundry.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan tiga perusahaan itu berlokasi di Kabupaten Bandung. Ketiga perusahaan tak mengantongi izin usaha dan pengolahan air limbah Industri (IPAL). Jadi erusahaan itu juga melakukan tindak pidana pencemaran lingkungan.

"Ini berdasarkan hasil, penyelidikan Polda Jabar dan Kodam III Siliwangi bersama Dinas Lingkungan melakukan penyelidikan di sepanjang Sungai Citarum‎. Dari situlah, ditemukan tiga perusahaan laundry yang membuang limbah dan sisa pencucian ke sungai," ungkap Agung di Mapolda, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin 22 Januari 2017.

Agung menegaskan limbah yang dibuang berupa sabun cair, bahan kimia OBA, ABS, silikon, sodium sulfat, bahan pelembut, kausik, PK, bio wash, dan pewarna

"Limbah ketiga perusahaan ini, tanpa melalui proses pengolahan. Ini sangat berbahaya, dalam sehari mereka melakukan kegiatan washing pakaian sebanyak 500 potong pakaian ini kita lakukan sebulan," bebernya.

Selanjutnya, Direktur Resere Kriminal Khusus, Kombes Pol Samudi menerangkan penyelidikan mendalam dan akurat tengah dilakukan oleh pihaknya.

"Tiga perusahaan ini sudah kami pasang garis polisi. Sementara itu kami menunggu hasil laboratorium kalau memang ini dari tiga perusahaan itu tentu pemilik perusahaan, akan kita proses," paparnya.

Saat ditanya, mengenai keberadaan tiga perusahaan tersebut Samudi menjelaskan ketiganya telah beroperasi selama lima tahun. 

"Selain tidak memiliki IPAL, mereka juga ternyata tidak memiliki izin usaha," pungkasnya.


(RRN)