Kronologi Penangkapan Pengedar Rp6 Miliar Uang Palsu di Bogor

Rizky Dewantara    •    Selasa, 27 Mar 2018 20:11 WIB
uang palsu
Kronologi Penangkapan Pengedar Rp6 Miliar Uang Palsu di Bogor
Tiga pelaku diduga pengedar uang palsu yang ditangkap bersama barang bukti. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Kepala Kepolisian Sektor Bogor Timur AKP Marsudi Widodo mengungkapkan kronologi penangkapan tiga pelaku pengedar uang palsu (upal) bernilai fantastis di Kota Bogor, Jawa Barat. Uang yang diamankan dari rumah pelaku jumlahnya mencapai Rp6 miliar.

Penangkapan bermula dari laporan warga curiga dengan gerak-gerik pelaku saat di kontrakannya, Kampung Parung Banteng RT 02/02 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat. Pihaknya melakukan penyelidikan ke penghuni kontrakan tersebut.

Anggota Reskrim Polsek Bogor Timur lakukan pengembangan dengan mengintai rumah kontrakan itu. Pada Senin, 26 Maret 2018 malam, seharusnya Polsek Bogor Timur lakukan tindak lanjut, tapi kurangnya kendaraan operasional membuat pengerebekan ditunda setelah azan subuh.

"Saat pengerebekan tidak ada perlawanan, karena para tersangka sedang terlelap tidur. petugas membekuk tiga tersangka," kata Widodo di Polsek Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 Maret 2018.

(Baca: Upal Rp6 Miliar Disita Polisi)

Chandra, 56, asal Blitar, Maximilianus, 37, dan Yornes Sanitasi, 30, asal Flores digelandang polisi pada Selasa, 27 Maret 2018, sekitar pukul 05.30 WIB. Polisi yang menyisir area kontrakan pelaku menemukan koper berukuran besar yang dipenuhi uang. Namun tidak ditemukan alat cetak uang.

"Ada enam koper besar dan satu koper berisi uang palsu Rp6 miliar. Kami juga menyita alat bukti lainnya seperti, satu unit mobil nopol B-2044-TKT dan tas warna hitam berisi bundelan slip bukti setoran dari bank BCA, Mandiri dan BRI," ujar Widodo.

Ketiga tersangka mengaku telah menjalankan aksinya dua kali dengan mengedarkan upal sebesar Rp250 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan Pasal 245 KUHP Jo Pasal 378 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara.

(Baca: Upal Rp6 Miliar Akan Diedarkan Di Jabodetabek)


(SUR)