Liburan Terakhir dengan Keluarga di Pantai Anyer

Hendrik Simorangkir    •    Minggu, 23 Dec 2018 17:55 WIB
Tsunami di Selat Sunda
<i>Liburan Terakhir dengan Keluarga di Pantai Anyer</i>
Rumah duka Mudrik Sudrajat, 31, di Kampung Karawaci Ilir RT 03/03, Karawaci, Kota Tangerang, Banten terus didatangi pelayat, Minggu, 23 Desember 2018. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Tangerang: Duka mendalam dirasa keluarga Mudrik Sudrajat, 31, warga  yang tinggal di Kampung Karawaci Ilir RT 03/03, Karawaci, Kota Tangerang, Banten. Bapak anak satu tersebut menjadi korban tsunami saat berlibur di salah satu Villa di Pantai Anyer, Pandeglang, Banten.

Ketika itu Mudrik tengah berlibur dengan keluarga dan berkumpul untuk menggelar arisan keluarga. Rupanya liburan tersebut menjadi liburan untuk yang terakhir bagi Mudrik dengan keluarga.

"Kami berangkat Sabtu, 22 Desember 2018 menuju Pantai Anyer, berkumpul sekaligus berlibur bersama keluarga besar," ujar ayah Mudrik, Juhdi Suminta di rumah duka, Minggu, 23 Desember 2018.

Juhdi menjelaskan, dirinya bersama keluarga besarnya terseret ombak tsunami saat berada di dalam villa. Namun nahas bagi Mudrik, dia ditemukan sudah merenggang nyawa di bibir pantai.
"Saya juga mengalami luka robek di bagian kaki dan keluarga yang lain mengalami patah tulang," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Karawaci tersebut.

Mudrik diketahui sebagai pegawai Puskesmas Gembor, Periuk, Kota Tangerang. Korban meninggalkan istri bernama Anis, 30, serta anaknya Rakhil, 6. Hingga kini para tetangga dan kerabat Mudrik terus berdatangan ke rumah duka untuk mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"Sore ini juga akan dimakamkan tak jauh dari rumah," ungkap Juhdi.


(DEN)