Ridwan Kamil: Jawa Barat Krisis Air

Roni Kurniawan    •    Jumat, 12 Oct 2018 13:28 WIB
kekeringan
Ridwan Kamil: Jawa Barat Krisis Air
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil). Medcom.id/Roni

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan untuk saat ini wilayahnya tengah dilanda krisis air. Hal itu dikarenakan musim kemarau panjang yang mengakibatkan kondisi air sejumlah waduk dan bendungan mengalami penurunan debit.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengumpulkam seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, BBWS Ciliwung Cisadane, BBWS Cimanuk Cisanggarung dan BBWS Citanduy di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 Oktober 2018. 

Emil mengaku tinggi permukaan air di bendung salah satunya Jatiluhur di Kabupaten Bandung Barat tengah mengalami penurunan drastis lebih dari 13 meter sejak musim kemarau melanda Jabar selama lima bulan terakhir. Hal itu pun berdampak ke pasokan listrik di Jawa dan Bali yang selama ini mengandalkan bendungan Jatiluhur.

"Karena bendungan Jatiluhur sudah turun kurang lebih sampai 13 meter minusnya, jadi ini sangat luar biasa. Dan kalau sampai titik terparah tidak ada, bendungan dan waduk lain juga terkendala, sehingga listrik Jawa-Bali itu bisa krisis ya," ujar Emil

Emil pun mengaku mendapat laporan dari beberapa daerah mengenai berkurangannya debit air baku sebagai pasokan air bersih terutama untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) salah satunya di Cipanunjang, Kabupaten Bandung. 

"Hampir semua laporan masuk ke saya merata kekeringan. Saya coba lihat dari udara juga kemarin waduk kering turun, sungai kering sawah-sawah kering sehingga tidak ada pilihan lain. Karena prediksi dari BMKG kemungkinan baru November, itu pun kalau iya," sambungnya.

Emil menuturkan, saat ini pasokan air bersih untuk masyarakat dari sumber air baku sudah mulai menurun akibat musim kemarau. Emil pun mencoba di setiap daerah untuk membuat bendungan atau danau retensi sebagai cadangan air baku.

"Saya perintahkan di setiap ada lahan kosong untuk membuat bendungan atau danau, kalau perlu itu lahan itu. Maka dengan bikin bendungan baru dan lain-lain kita harapkan bisa menghadirkan solusi," pungkasnya.


(ALB)