Pemprov Banten Janji Bangun 1.033 Rumah Korban Terdampak Tsunami

Hendrik Simorangkir    •    Rabu, 16 Jan 2019 18:23 WIB
Tsunami di Selat Sunda
Pemprov Banten Janji Bangun 1.033 Rumah Korban Terdampak Tsunami
Pasca terjangan tsunami Selat Sunda, Gubernur Banten Wahidin Halim akan bangun 1.033 rumah yang rusak di Kabupaten Pandeglang.

Tangerang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten  berjanji akan segera membangun 1.033 hunian tetap bagi para korban terdampak tsunami di Pandeglang. Selain membangun rumah, Pemprov juga akan memperbaiki kantor desa yang terdampak.  

Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan Pemprov Banten akan selalu hadir dalam masalah apapun yang melanda warganya. "Kami akan selalu bersama dan kami ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara sekalian," ujar pria yang akrab disapa WH, di Kantor Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu, 16 Januari 2019.

Pembangunan kata WH akan dilakukan setelah tanggap darurat berakhir yakni pada 9 Januari 2019. Dananya  kata politikus Demokrat itu bakal menggunakan anggaran APBD Pemprov Banten dan dana rekonstruksi dari Kementerian PUPR.

"Begitu pula untuk perbaikan rumah sedang dan ringan. Kalau untuk hunian sementara (Huntara) yang tersebar di berbagai wilayah sudah dan sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang," jelas WH.

WH meminta, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar segera mendata secara rinci dan menginventarisasi kerugian yang diderita oleh masyarakat guna menghitung jumlah bantuan yang dibutuhkan. Bantuan untuk seluruh rumah baik yang rusak ringan, sedang, dan parah maupun total rusak. 

"Jangan ada yang terlewat. Supaya bisa dirinci dan selesai semua," kata WH.

Di tempat yang sama, Bupati Kabupaten Pandeglang Irna Narulita merinci, hasil validasi rumah yang rusak di wilayahnya sebanyak 1.033, terdiri dari 209 rusak ringan, 115 rusak sedang, rusak berat 162, dan rusak total sebanyak 547.

"Bantuan dari Pemprov Banten bukan kali ini saja, dari awal bencana juga sudah hadir bersama kami di lapangan. Dan untuk rumah rusak ringan nanti akan dibantu juga," kata Irna.

Menurut Irna, data pengungsi korban tsunami saat ini terdapat 2.645 jiwa dari 33 ribu pengungsi dari awal kejadian. Jumlah ini, merupakan update dari tanggal 10 Januari. 

"Mereka saat ini memang ada yang berdiam di pondok pesantren, tempat peribadatan, dan keluarganya. Mereka sudah tidak sabar, agar huntara segera selesai. 100 unit huntara di Kecamatan Sumur sudah hampir terbangun, selanjutnya akan beralih ke Labuan, kami sudah mengusulkan," ucapnya.


(ALB)