Enam Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut 10-12 Tahun Penjara

Antonio    •    Selasa, 03 Apr 2018 20:00 WIB
kekerasan
Enam Terdakwa Pembakar Zoya Dituntut 10-12 Tahun Penjara
Enam terdakwa pembakar Zoya mendengarkan tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Bekasi

Bekasi: Enam orang terdakwa pembakar Muhamad Al Zahra alias Zoya dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 10 hingga 12 tahun penjara. Zoya, 30 tewas dibakar setelah dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) di Musala Al-Hidayah di Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan 1 Agustus 2017.

Terdakwa Rosadi dituntut 12 tahun penjara, Najlbulah 11 tahun penjara, Zulkafi 11 tahun penjara, Aldi 11 tahun penjara, Subur 11 tahun penjara dan Karta dituntut selama 10 tahun penjara.

"Kami dari penuntut umum telah menuntut terdakwa dengan dakwaan kesatu Pasal 170 KUHPidana," kata JPU Muhamad Ibnu Fajar di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 3 April 2018.

Menurut Ibnu, tuntutan selama 10-12 tahun penjara itu sudah berdasarkan fakta persidangan dengan menganalisis berbagai alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 184 KUHP. Dari hasil analisis alat bukti juga ditemukan fakta-fakta para terdakwa berperan dalam mengeroyok hingga korban tewas.

"Persidangan ini merupakan pembelajaran bagi kita bahwa dalam negara hukum itu sama sekali tidak diperbolehkan kegiatan perbuatan main hakim sendiri," ujar Ibnu.

Sementara itu, Robinson Samosir, kuasa hukum Rosadi, keberatan dengan atas tuntutan jaksa. Ia kecewa karena kliennya dituntut tidak sesuai dengan fakta persidangan.

"Saya sangat kecewa mereka didakwa melakukan perbuatan hingga menyebabkan kematian orang. Padahal mereka hanya melakukan penganiayaan," kata Ibnu.

Muhammad Al Zahra alias Zoya dianiaya dan dibakar oleh massa di Pasar Muara Bakti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 1 Agustus 2017. Zoya dihakimi karena dituduh mencuri pengeras suara di Musala Al-Hidayah yang berlokasi di Kampung Cabang Empat, RT 02/01, Hurip Jaya, Kecamatan Babelan.



(ALB)