16 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Dilanda Kekeringan

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 15 Aug 2018 19:39 WIB
kekeringan
16 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Dilanda Kekeringan
Warga membawa jeriken saat antre mendapatkan bantuan air bersih di Ngaren, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/8). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho.

Cirebon: Kekeringan melanda 16 kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Akibatnya, ribuan warga di wilayah tersebut kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Suherman mengatakan, pada musim kemarau ini, Kabupaten Cirebon masuk dalam wilayah rawan kekeringan.

"Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk MCK (Mandi, Cuci, Kakus)," kata Suherman di Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 15 Agustus 2018.

Eman menjelaskan, dari 16 kecamatan yang masuk kateegori rawan kekeringan, tiga di antaranya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Tiga kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Klangenan, Kecamatan Susukan, dan Kecamatan Waled.

"Ketiganya mengalami kekeringan yang cukup parah dibandingkan yang lainnya," jelas Eman.

Eman menyebutkan, dari 16 kecamatan yang mengalami kekeringan, mengakibatkan sekitar 5.000 hektare sawah dan 11 ribu keluarga mengalami kesulitan air bersih.

Eman memperkirakan, jumlah tersebut bisa saja bertambah, mengingat prediksi dari BMKG dari Juni hingga Agustus nanti Kabupaten Cirebon tidak akan diguyur hujan.

"Kemungkinan yang terdampaknya akan bertambah. Karena belum masuk musim hujan," beber Eman.

Untuk mengantisipasi adanya kesulitan air bersih yang, Eman sudah berkoordinasi dengan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), Dinsos, Polri, dan TNI serta Dinas Lingkungan Hidup, untuk bersinergi menangani kekeringan ini.

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat, untuk segera melaporkan jika wilayahnya mengalami kesulitan air bersih. Agar nanti, pihaknya langsung memberikan penanganan.

"Segera lapor, agar kita bisa segera bertindak," beber Eman.


(DEN)