Jawa Barat Semakin Membaik, Tapi...

Surya Perkasa    •    Kamis, 13 Apr 2017 14:59 WIB
perekonomian
Jawa Barat Semakin Membaik, Tapi...
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan sambutan pada acara Seminar Nasional Digital Marketing dengan tema, “Digitalkan Bisnis Anda Secara Instan” di Graha Pos Bandung, Jawa Barat, Senin (27/3/2017). Foto: Antara/Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan daerah yang dipimpinnya terus membaik. Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat tahun 2017 yang resmi dimulai hari ini, Kamis 13 April 2017.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan, menyebut perbaikan dapat dilihat dari sisi ekonomi makro. "Laju pertumbuhan ekonomi 5,67 persen. Ini di atas rata-rata, dan ternyata ini tertinggi di Pulau Jawa," kata Aher pada pembukaan Musrenbang Jabar 2017, di Bandung, Kamis 13 April 2017.

Angka inflasi Jabar, lanjut Aher, berada di angka 2,73 persen. Jauh lebih rendah dibandingkan sasaran inflasi nasional yang dipatok di angka 4 persen.

"Dan kita bersyukur 2,73 persen itu tidak karena ada kemandekan, justru perkekonomian berdenyut dengan baik," ujar dia.

Angka kemisikinan provinsi Pasundan pada tahun 2016 juga menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini angka pengangguran berada di angka 8,77 persen. Indeks pembangunan manusia di Jabar mencapai 70,19 poin.

Tidak hanya di sektor makro, tata kelola administrasi dan birokrasi juga mengalami perbaikan. Salah satunya, kata Aher, alih status aparatur sipil dari tingkat kabupaten dan wali kota ke provinsi. Setidaknya ada 29 ribu PNS yang kini ditanggung oleh Pemprov Jabar.

"Dengan pengalihan dikelola kabupaten kota ke provinsi, mereka (PNS) jadi gembira karena penghasilannya jadi lebih naik," kata dia.

Jangan Cepat Puas

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengakui pencapaian Jawa Barat di tahun 2016 sangat baik. Indeks Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Jawa Barat contohnya.

"Hanya tiga provinsi yang indeksnya A. Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta," kata Asman saat memberikan sambutannya.

Jawa Barat bisa mengungguli 31 provinis lain. Kebanyakan provinsi lain hanya mendapat nilai B dan CC pada tahun 2016.

Asman berharap Aher dan jajarannya di Pemprov Jabar tak cepat puas. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk perbaikan reformasi birokrasi. "Tapi bapak jangan hebat sendiri, kepintarannya itu harus ditularkan ke SKPD di kabupaten dan kota di Jawa Barat yang lain," saran Asman.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga mengingatkan, agar Jawa Barat terus meningkatkan kinerja dan program bagi masyarakat. Menurut Tjahjo, satu tahun terakhir sisa jabatan harus digunakan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Terutama dalam menuangkannya ke program dan peraturan daerah.

"Harus dilihat, kepentingannya untuk masyarakat apa. Ada tidak untungnya untuk masyarakat Jawa Barat?" tegas Tjahjo.


(MBM)