6 Terdakwa Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 11 Jan 2017 20:57 WIB
narkoba
6 Terdakwa Pengedar Narkoba Divonis Hukuman Mati
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Cirebon: Enam dari sembilan terdakwa pengedar narkoba dan obat-obatan terlarang divonis hukuman mati mati oleh majelis hakim di Pengadilan Kota Cirebon, Rabu 11 Januari 2017. 

Ketua majelis hakim, Moch. Muchlis, mengatakan vonis itu diberikan karena tidak ada hal yang meringankan dari perbuatan para terdakwa.

Keenam terdakwa itu antara lain Ricky Gunawan, 34, Jusman, 52, Karun alias Ahong, 40, Yanto alias Abeng, 50, Sugianto alias Acay, 29, dan M. Rizki, 30. Mereka dinyatakan secara secara sah dan sengaja melakukan pemufakatan jahat dengan mengedarkan sabu dan ekstasi yang didatangkan dari luar negeri.

“Mereka juga termasuk dalam jaringan internasional yang berada di Indonesia,” kata Muchlis.
 
Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2), Pasal 113 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman mati dijatuhkan pengadilan sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kota Cirebon. 
 
Dua terdakwa lain, yakni Hendri, 28, dan Gunawan, 60, dijerat Pasal 3 junto Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Kedua tersangka divonis hukuman penjara 8 tahun dan denda Rp1 miliar.
 
Satu terdakwa lain, Fajar Priyo Susilo, 25, yang berperan sebagai kurir, dituntut hukuman 10 tahun penjara. Dia dianggap melanggar Pasal 112 ayat 2 Pasal 114 ayat 2 jo 132 ayat 1 KUHP.
 
Budi Sampurno, kuasa hukum terdakwa, mengaku masih pikir-pikir terkait vonis yang sudah dijatuhi majelis hakim. Menurutnya, kliennya bisa lepas dari jeratan hukuman mati jika penegak hukum bisa mengungkap peran dari dua orang DPO (daftar pencarian orang) yang terlibat dalam kasus ini. Menurutnya, dua DPO ini memiliki peran vital.
 
“Kalau DPO itu tertangkap, saya yakin klien saya tidak akan mendapatkan vonis seberat ini,” kata Budi.
 
Ia juga menyoroti desakan dari luar terkait putusan hukuman.

Kasus ini terungkap pada Maret 2016 oleh Bareskrim Mabes Polri. Kesembilan terdakwa ditangkap di salah satu rest area Tol Cikampek. Total barang bukti yang disita dari tersangka sebanyak 40 kilogram sabu dan 180 ribu ekstasi. Narkoba itu dikirim dari Malaysia melalui jalur laut.



(UWA)