Gubernur Minta tak Ada Aksi Anarkistis di Lahan BIJB

Antara, Jaenal Mutakin    •    Minggu, 20 Nov 2016 17:35 WIB
bandara
Gubernur Minta tak Ada Aksi Anarkistis di Lahan BIJB
Lanskap maket proyek pembangunan BIJB di Majalengka, Jabar, Ant - Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyesalkan bentrokan yang terjadi di Kabupaten Majalengka tiga hari lalu. Bentrokan terjadi saat petugas Pemerintah Provinsi Jabar hendak mengukur luas lahan untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Pada Kamis 17 November, bentrokan terjadi antara polisi dengan warga di Desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Bentrokan terjadi saat warga menolak pengukuran lahan untuk kawasan BIJB. 

Baca: Polisi Tembakkan Gas Air Mata di Kawasan BIJB Kertajati

"Tapi ketika sudah terjadi mari kita selesaikan. Jangan sampai ada aksi anarkistis," kata Gubernur ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (20/11/2016).


Petugas gabungan mengamankan proses pengukuran lahan untuk perluasan kawasan BIJB di Majalengka, Kamis 17 November, dok: istimewa)

Pria yang akrab disapa Aher itu mengatakan berupaya membebaskan lahan BIJB. Seharusnya, lanjut Aher, musyawarah bisa menyelesaikan urusan.

Aher berharap kejadian serupa tak terjadi lagi. Sebab Pemprov Jabar harus memenuhi target pengerjaan proyek BIJB di awal 2017.

"Kalau tidak selesai ada anggaran negara yang mubazir kan," kata Aher.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan pengukuran lahan untuk perluasan landasan pacu atau runway BIJB semula berjalan lancar. Pengukuran lahan diamankan 2.000 polisi.

Namun suasana berubah saat warga yang menolak pengukuran lahan membuat rusuh. "Mereka membawa senjata tajam. Jadi polisi mengamankan situasi agar tak jatuh korban," kata Deddy.

Sebenarnya, kata Deddy, warga yang memiliki tanah tak menolak pengukuran. Malah mereka telah menyerahkan dokumen tanah pada pemerintah setelah pembebasan lahan.

"Jadi enggak ada masalah sebenarnya," kata Deddy. 

Meski demikian, lanjut Deddy, Pemprov menggandeng Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki penyebab bentrokan. 


(Presiden saat meninjau proyek pembangunan BIJB di Majalengka, Ant - Yudhi Mahatma)

Lahan warga di Desa Sukamulya yang terdampak pembangunan Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat seluas 740 hektare. 

Bandara Kertajati akan dibangun di atas lahan 1.800 hektare. Di sekitar bandara akan dibangun kawasan perdagangan, jasa, dan bisnis atau aerocity dengan total luas lahan 3.400 hektare.


(RRN)