Fotomodel Jadi Otak Begal Motor di Sukabumi

Benny Bastiandi    •    Selasa, 08 Nov 2016 14:46 WIB
begal motor
Fotomodel Jadi Otak Begal Motor di Sukabumi
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Sukabumi: API, seorang fotomodel warga Kampung Babakansitu RT 04/01 Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, jadi otak begal motor di 28 tempat di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi. 

Pemuda berusia 24 tahun ini bersama lima kawannya tak segan melukai korban. Bahkan, satu orang korbannya di Kecamatan Cibadak meninggal dunia karena mengalami luka tusuk. Kawanan ini juga yang merupakan pelaku begal terhadap wartawan televisi nasional wilayah Sukabumi beberapa waktu lalu.

Jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota terpaksa menembak kaki tiga orang di antara mereka karena melawan saat akan ditangkap. 

Dari tangan mereka, polisi menyita 11 unit sepeda motor berikut barang bukti alat kejahatan seperti satu pucuk senjata api air gun jenis revolver dan empat butir peluru, sebilah pisau belati rambo, sebilah pisau belati, dan sebilah golok.

"Sudah tiga tahun saya melakukan ini. Iya, saya fotomodel," kata API di Mako Polres Sukabumi Kota, Selasa (8/11/2016).

Ia tak menjawab saat ditanya motif melakukan aksi kejahatan itu. Tapi, ia mengaku pernah bekerja di salah satu kafe di kawasan Selabintana. "Tapi, sejak lima tahun lalu sudah berhenti bekerja," ujar dia.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AK Mohammad Devi menduga motif kejahatan pelaku didasari kebutuhan gaya hidup di lingkungan tempatnya berkumpul.

Apalagi, kata lulusan Akademi Polisi tahun 2008 ini, pelaku merupakan fotomodel. "Hasil penyelidikan, tersangka API merupakan otak kejahatan curas," kata mantan Kapolsek Mega Mendung Polres Bogor ini.

Pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan itu bermula dari laporan korban pada 8 Oktober 2016 lalu. Korban mengaku dicegat empat kawanan begal di Jalan Sriwijaya Kelurahan Gunungpuyuh. Sepeda motor matik miliknya dirampas karena para pelaku menodongkan senjata tajam. 

"Hasil pengembangan dan penyelidikan, pelakunya mengarah ke tersangka API dan kawan-kawan," kata Kapolres Sukabumi Kota AKB Rustam Mansur di Mako Polres Sukabumi Kota.

Polisi menangkap terlebih dulu API bersama dua rekannya. Hasil penyelidikan, aksi kejahatan mereka ternyata berada di 28 titik dengan melibatkan tiga rekannya yang lain. "Tiga tersangka lainnya sudah kami tangkap. Jadi semuanya enam tersangka," kata dia. 

Mereka melakukan aksinya di 25 titik di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dan tiga titik di wilayah hukum Polres Sukabumi. Di Kecamatan Cibadak yang masuk wilayah hukum Polres Sukabumi, salah seorang korbannya meninggal dunia.

Hasil kejahatan mereka dijual ke salah seorang penadah yang sudah diketahui identitasnya. Saat ini jajaran Satreksrim Polres Sukabumi Kota masih memburu penadah barang-barang hasil kejahatan.


(UWA)