Gerebek Indekos, BNN Cirebon Temukan Puluhan Ribu Obat Berbahaya

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 24 Feb 2017 19:42 WIB
obat berbahaya
Gerebek Indekos, BNN Cirebon Temukan Puluhan Ribu Obat Berbahaya
Puluhan ribu obat berbahaya diamankan Badan Nasional Narkotika Kota Cirebon (Foto:MTVN/Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Puluhan ribu obat berbahaya diamankan Badan Nasional Narkotika Kota Cirebon saat menggerebek indekos di Jalan Binawan, Keluarah Kesambi, Kota Cirebon, Jum’at 24 Februari 2017. Penggerebekan dilakukan bersama Sat Narkoba Polres Cirebon dan Satpol PP.

"Kami awalnya dapat informasi dari masyarakat, mengenai dugaan adanya penyimpanan obat daftar G (G = Gevaarlijk = berbahaya) di kosan tersebut," kata Kepala BNN Cirebon, Yayat Sosyana, Jum’at 24 Februari 2017.
 
Petugas gabungan menemukan puluhan ribu obat-obatan yang disalahgunakan tersebut di dua kamar, yaitu di kamar 11 dan kamar 18 di kosan yang sama. Sayangnya, petugas tak berhasil menangkap pemilik dari puluhan ribu obat-obatan tersebut karena kosan dalam keadaan kosong.
 
"Kosannya dalam keadaaan kosong. Jadi, kami hanya menemukan barang buktinya saja," kata Yayat.
 
Yayat menjelaskan, di kamar 11, petugas berhasil menemukan 21 ribu butir Trihex, 7500 Dextro, 35 ribu Tramadol, 10 ribu Carnovama dan 2100 butir DM. Barang tersebut ditemukan dalam kondisi sudah diikat dan juga dibungkus dengan kemasan plastik kecil. 

Selain menemukan obat-obatan, petugas juga menemukan plastik kecil yang diduga akan digunakan untuk mengemas barang ilegal tersebut.
 
Sementara di kamar nomor 18, petugas menemukan Cito 2.955 butir, Dextro 32 ribu butir, BC 904 butir, Zenith 52 butir da 3394 butir Tramadol.
 
"Kalau dijumlah, totalnya mencapai puluhan ribu butir," kata Yayat.
 
Petugas masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pemilik barang tersebut. Sejumlah saksi seperti pemilik kos dan penjaga kosan dimintai keterangan. 

Yayat juga menuturkan, untuk wewenang selanjutnya, pihaknya menyerahkan kepada Sat Narkoba Polresta Cirebon.
 
"Untuk langkah selanjutnya, diserahkan ke Polresta Cirebon. Karena itu bukan wewenang kami," kata Yayat.


(ALB)