Terapkan Konsep Pendidikan Berkarakter, Bupati Purwakarta Raih Penghargaan

Reza Sunarya    •    Senin, 28 Nov 2016 07:18 WIB
purwakarta ads
Terapkan Konsep Pendidikan Berkarakter, Bupati Purwakarta Raih Penghargaan
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (Foto:Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Konsep Pendidikan Berkarakter yang diterapkan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendapat perhatian pemerintah pusat. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menganugerahi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi penghargaan Dwidja Praja Nugraha.

Penyerahan perhargaan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam acara puncak Hari Guru Nasional ke-72, di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/11/2016).

Konsep pendidikan berkarakter yang diterapkan Dedi Mulyadi  diterjemahkan ke dalam aneka program teknis. Konsep ini tidak lagi berfokus pada kemampuan akademik pelajar, tetapi lebih pada membangun pola aplikatif sehingga memicu para pelajar lebih produktif.

Pelajaran beternak dan berkebun hingga pengayaan baca tulis Alquran, Kitab Kuning, dan pendalaman kitab agama sesuai dengan keyakinan yang dianut pelajar, menjadi andalan program pendidikan sebagai upaya menciptakan karakter yang sesuai dengan lingkungan sosial dan alam.
 
Menurut Plt Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu dari 17 daerah yang dipandang mampu memberikan kontribusi dan kepedulian khusus terhadap dunia pendidikan. "Penghargaan ini diberikan setelah melalui tahapan panjang verifikasi dan penilaian secara objektif," ujar Unifah Rosyidi.


Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meraih penghargaan Dwidja Praja Nugraha (Foto:Reza Sunarya)


Sebanyak 17 kepala daerah yang terdiri atas 13 bupati dan wali kota, serta 4 gubernur mendapatkan penghargaan tersebut. Khusus area Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta bersama Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan penghargaan prestisius di bidang pendidikan itu.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurut dia, selama ini bukan penghargaan yang dikejarnya. Ia menghendaki perubahan dunia pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya terima kasih, Purwakarta mendapatkan kepercayaan. Akan tetapi orientasi kita tetap perubahan pada dunia pendidikan itu sendiri, bukan penghargaan. Pendidikan Indonesia harus lebih baik dan lebih berkualitas," kata  Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut juga mengingatkan agar pendidikan tidak menjadi 'penjara' bagi siswa. Sebaliknya, pendidikan harus menjadi hal yang menyenangkan, termasuk para guru yang memberikan pengajaran harus berpijak pada pola aplikatif.

"Pendidikan tidak boleh menjadi 'penjara.' Guru harus menjadi penyampai ilmu kepada pelajar, bukan menjadi penyampai pesan buku. Saya kira, itu tujuan kita," ucap Kang Dedi, tegas.


(ROS)