Panglima TNI: Ada Upaya Nyata Pecah Belah Bangsa

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:53 WIB
nkri
Panglima TNI: Ada Upaya Nyata Pecah Belah Bangsa
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Bandung: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo punya bukti nyata ada upaya memecah belah keuntuhan bangsa. Salah satu yang mengemuka adalah informasi bohong terkait isu penganiayaan anggota Kostrad kepada Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Menurutnya, berita bohong itu disebarkan pihak asing dengan tujuan utama memecah belah. "Ada dua situs dari luar negeri yang menyebarkan isu tersebut sejak 20 November 2016," kata Gatot ditemui di Grha Sanusi Hardjadinata, Gedung Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (23/11/2016).

Dua situs berita online yang dimaksud adalah http://jitupoker.biz/habib-rizieq-membuat-laporan-karena-di-pukul-sekelompok-berambut-cepak-di-markas-fpi/; dan situs WordPress New Jersey USA http://wp-login.php. Diketahui, kedua situs tersebut berasal dari Amerika dan Australia. Metrotvnews.com mencoba membuka kedua situs itu, namun sudah diblok.

"Isu hoax tentang pemukulan oleh anggota TNI dari Kostrad kepada Imam besar FPI Habib Riziq berasal dari dua media online yang berasal dari luar negeri," kata Gatot.

Baca: Panglima TNI, Tak Ada Kejadian Ketua FPI Dipukul

Dua tautan di atas, menurut Gatot, bukti nyata kalau Indonesia tengah diincar negara-negara lain dalam hal penguasaan sumber daya alam, energi, dan ekonomi. Terutama dengan cara memecah belah bangsa.

"Kita harus waspada, kekuatan Bhinneka Tunggal Ika tetap harus menjadi pemersatu agar Indonesia tidak terpecah belah oleh siapa pun," ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, TNI berencana melakukan apel kesetiaan terhadap merah putih yang diikuti seluruh elemen masyarakat Indonesia.

"Akan kita gagas apel merah putih dengan tema 'Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, dan Indonesia Milik Kita Bersama'. Semua elemen akan berkumpul, bahkan kalangan kiai siap memakai ikat kepala merah putih demi keutuhan NKRI," kata dia.

 


(UWA)