Bus Kecelakaan Maut di Sukabumi Dua Tahun tak Uji KIR

Benny Bastiandi    •    Minggu, 09 Sep 2018 14:13 WIB
kecelakaan bus
Bus Kecelakaan Maut di Sukabumi Dua Tahun tak Uji KIR
Sejumlah warga melihat sebuah mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. Antara/Budiyanto

Sukabumi: Bus pariwisata yang terjun ke jurang Kampung Bantarselang, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, dua tahun tak melakukan uji KIR kendaraan berkala. Operator bus terancam menjadi tersangka.

"Sabtu, kami melakukan analisa penyebab kecelakaan. Hasil sementara pengamatan kami, pertama kondisi kendaraan sejak 2016 tak uji berkala," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi usai meninjau lokasi kejadian pada Sabtu, 8 September 2018.

Ada dua kemungkinan yang menyebabkan uji KIR tidak dilakukan, unsur kesengajaan atau kelalaian. Fakta tersebut menunjukkan ada pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca: Sebagian Korban Kecelakaan Bus Maut di Sukabumi Warga Bogor

"Kami sudah sepakat, penindakan hukum tak hanya berlaku bagi pengemudi saja, tapi juga pihak operator," tegas dia.

Dia menyebut pihak kepolisian terus mendalami kecelakaan yang menewaskan 21 jiwa ini.

Rombongan karyawan PT Catur Putra Raya pada Sabtu berangkat dari Bogor menggunakan empat minibus menuju objek wisata arung jeram Cikidang. Salah satu bus yang mengangkut 35 penumpang dan dua awak bus tiba-tiba oleng dan masuk ke jurang sedalam 31 meter di Cikidang.

Baca juga: Dua Lokasi Kecelakaan Bus di Sukabumi Minim Pembatas Jalan


 


(SUR)