Kronologi Begal di Bekasi Dibacok Korban

Antonio    •    Jumat, 25 May 2018 23:55 WIB
kekerasanaksi begal
Kronologi Begal di Bekasi Dibacok Korban
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Bekasi: AS dan IY yang sebelumnya mengaku korban pembacokan di Bekasi, ternyata diketahui kemudian sebagai pencuri dengan kekerasan (begal) gagal aksi. Alih-alih berhasil merampas harta korban, mereka justru dibacok korban yang melawan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, AR dan MIB, calon korban AS dan IY, awalnya menongkrong bersama empat orang rekannya di Alun-alun Kota Bekasi sekitar Pukul 23.00 WIB, Selasa, 22 Mei 2018. Kemudian, mereka berdua ke Taman Kota.

"Setelah itu masuk sekitar jam 01.00 WIB, mereka ke jembatan Summarecon, disana mereka berdua foto-foto," kata Indarto di Bekasi, Jumat 25 Mei 2018.

Baca: Dua Korban Pembacokan di Bekasi Ternyata Begal

Tiba-tiba, ada dua orang pemuda yang datang, AS dan IY. AS turun dari motor sambil mengarahkan celurit ke arah dua orang korban sambil meminta gawai milik MIB sehingga MIB memberikannya.

Belum puas dengan itu, AS mengarahkan senjatanya ke AR. Berbeda dengan MIB, AR menolak memberikan gawainya. Ia langsung dibacok satu kali oleh AS. Untungnya, langsung ditangkis menggunakan tangannya sebelah kiri.

Kemudian, terjadi pertengkaran di antara mereka berdua. Akhirnya, AR dapat merebut senjata AS.

"Celurit saudara AS ini direbut korban perampokan lalu dibacok lah berkali-kali. Tapi masih bisa bangun. Lalu korban minta hp (rekannya, MIB) yang sudah diambil," jelasnya.

Kemudian, AS dan IY menuju ke RS Anna Medika untuk mendapatkan penanganan atas luka bacok yang mereka terima. Begitu juga dengan, AR dan MIB. Mereka ke rumah sakit karena tangan AR terkena luka bacok saat menangkis hantaman celurit AS.

Baca: Dua Pelajar Bekasi Dibacok, Satu Tewas

Setelah ke rumah sakit, AR dan MIB menuju Polres Metro Bekasi Kota untuk melaporkan peristiwa curas yang mereka alami. Mereka membawa celurit berikut topi milik korban yang berhasil mereka rebut saat terjadi pertengkaran.

"Jadi lokasi pembacokan cuma satu, di lokasi jembatan Summarecon saja. Laporan di Bekasi Utara yang mengaku dibacok di Jalan Perjuangan dekat Universitas Bhayangkara keterangan IY itu bohong. Setelah dikonfirmasi dan direkonstruksi akhirnya semua mengaku," jelasnya.

Saat ini, IY, lmasih dalam perawatan karena luka bacok yang diterimanya ketika beraksi bersama kawannya yang meninggal dunia. Pihak kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut.

Sebelumnya diberitakan, dua pelajar kelas 2 di salah satu SMK di Bekasi, Jawa Barat, AS, 17 dan IY, 16, dibacok sejumlah orang tidak dikenal, Rabu, 23 Mei 2018. AS tewas saat dibawa ke RS Anna Medika, Bekasi Utara.

Mereka dikeroyok di Jalan Raya Perjuangan, Margamulya, Kota Bekasi. AS mengalami luka bacok di bagian perut, leher, dan pinggang. IY mengalami luka bacok di bagian kepala belakang dan punggung.


(SUR)