Teror Surabaya Jadi Pintu Masuk

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 16 Jul 2018 12:11 WIB
terorisme
Teror Surabaya Jadi Pintu Masuk
ilustrasi-medcom.id

Depok: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, tragedi teror di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu menjadi pintu masuk Polri untuk membuka jaringan teroris. Sehingga petugas bisa mudah melacak dan menangkap terduga teroris. 

"Ketika mereka melakukan pidana seperti bom Surabaya ini bagi Polri adalah membuka pintu gerbang. Tadinya kami enggak bisa masuk, lihat dari luar, mengawasi. Sekarang  kami bisa masuk," kata Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin, 16 Juli 2018. 

Jenderal bintang empat itu telah mengintruksikan seluruh jajaran, untuk membuka jaringan. Dia mengungkap, setiap Polda diminta membuat Satuan Tugas Antiteror. 

"Semuanya ada yang 50, 30, 100 personel. Tergantung peta wilayah terduganya," ucapnya.

Tito menuturkan, selama ini pihaknya terbentur sistem demokrasi. Yakni adanya kebebasan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat.

"Sehingga selagi mereka berkumpul dan menyebarkan paham terorisme, maka dalam lingkup ruang demokrasi tersebut Polri tidak bisa berbuat banyak," ujarnya. 

Menurutnya, yang saat ini bisa dilakukan polisi dan instasi terkait yakni Badan Nasional Pecegahan Teroris (BNPT) hanyalan pencegahan. Kapolri mengingatkan, seluruh pihak yang terlibat dalam menyebar ideologi, penginspirasi pelaku, menyembunyikan dan menyiapkan bahan peledak juga anggaran, termasuk simpatisan bisa dipidan.

"Karena ini terkait dengan UU baru Terorisme Nomor 5 Tahun 2018, yang bersimpati kepada mereka maupun bagian dari kelompok mereka bisa dipidanakan," tandasnya.


(LDS)