Thohir Bersaudara Bangun Masjid Serba Putih

Al Abrar    •    Sabtu, 31 Mar 2018 16:52 WIB
pembangunan
Thohir Bersaudara Bangun Masjid Serba Putih
Garibaldi Thohir (kanan) dan Erick Thohir (kiri). Foto: Antara

Jakarta: Ikon baru segera hadir di wilayah Cimanggis, Tapos, Kotamadya Depok. Di wilayah ini segera dibangun masjid serba putih yang nantinya akan banyak difungsikan untuk kepentingan masyarakat. Masjid ini merupakan persembahan pengusaha Muslim nasional, Thohir bersaudara untuk orang tuanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga ketua umum Dewan Masjid Indonesia dijadwalkan untuk meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan masjid yang nantinya bernama At Thohir itu. Nama ini diambil dari nama almarhum Mochamad Teddy Thohir yang tidak lain merupakan ayahanda Thohir bersaudara.

“Ini merupakan tanda bakti kami kepada almarhum,” tutur Garibaldi Thohir yang merupakan putra kedua Teddy Thohir, di sela acara peletakan batu pertama, Sabtu, 31 Maret 2018.

Teddy mengungkapkan bersama sang adik, Erick Thohir, dirinya telah berjanji untuk membangun masjid buat tanda bakti kepada ayahanda. “Niat ini sudah ada sejak almarhum masih sehat,” ujar pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir itu.

Pembangunan masjid ini dilakukan di Cimanggis, Kotamadya Depok, karena menurut Boy, almarhum ayahandalah yang memiliki inisiatif untuk mengembangkan kawasan tersebut. Masjid ini berlokasi berdekatan dengan lapangan golf Emeralda.

Lebih lanjut Boy menjelaskan alasannya untuk menjadikan masjid ini berwarna serba putih karena melambangkan kesucian. Kata suci ini memiliki arti yang sama dengan nama masjid tersebut, yaitu At Thohir, yang juga berarti suci.

Tak hanya warna putihnya yang memiliki makna, arsitektur bangunan masjid tersebut juga didesain dengan menampilkan simbol-simbol ikatan keluarga.

Masjid tersebut memiliki kubah utama yang paling besar yang terletak dekat dengan mihrab (tempat imam salat). Kubah ini menjadi simbol sang ayah yang bertugas menjadi imam bagi keluarganya. Mengikuti kubah utama yang paling besar, terdapat tiga kubah putih berukuran sedang.

Menurut Boy, ketiga kubah ini melambangkan putra-putri almarhum yang berjumlah tiga orang (Hireka Vitaya, Garibaldi Thohir, dan Erick Thohir). Kemudian kubah besar dan kubah sedang itu dikelilingi kubah-kubah kecil yang menjadi simbol cucu-cucu almarhum.

Kesemua kubah tersebut berada atas topangan dari bangunan utama. Boy mengungkapkan bahwa bangunan utama ini merupakan simbol Ibu.

“Ibu menjalankan peran penting untuk mendukung dan mempersatukan semua anggota keluarga,” ujar dia.

Makna simbolik di balik arsitektur Masjid At Thohir ini diharapkannya bisa menjadi pengingat bagi semuanya bahwa fungsi keluarga amatlah penting. Pesan tentang pentingnya peran keluarga ini memang sangat kuat ditanamkan oleh almarhum kepada putra-putrinya. 

Semasa masih sibuk dengan berbagai kegiatan, almarhum tidak pernah lupa untuk selalu meluangkan waktu dan menjaga keluarganya.

Salah satu pesan penting soal keluarga yang pernah diucapkan oleh almarhum adalah bahwa sehebat apapun orang, dia tidak akan sukses jika tanpa dukungan keluarga.

Karena itu, almarhum selalu menjadikan perhatian terhadap keluarga sebagai hal yang paling prioritas. Setiap anggota keluarga juga ditekankannya untuk bisa saling menghargai.

Tak hanya menjadi simbol akan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan, Masjid At Thohir ini juga nantinya akan menjadi persembahan bagi masyarakat luas. 

Boy mengungkapkan bahwa secara sosial, masjid ini harus memiliki fungsi yang maksimal. Selain sebagai tempat menjalankan ibadah ritual, dia berharap masjid ini nantinya juga bisa menjadi pusat kegiatan bagi masyarakat.

Fungsi-fungsi lain dari masjid, seperti sebagai pusat ekonomi, pusat pendidikan, pusat kebudayaan, diharapkannya bisa berjalan dengan baik di masjid tersebut. Dengan demikian, Masjid At Thohir nantinya bukan cuma sebagai tempat ibadah ritual, tapi juga merupakan bagian penting dalam proses perkembangan peradaban.


(ALB)