Pelanggan PGN Protes Aliran Gas Padam Sejak Tiga Hari Lalu

Antara    •    Rabu, 09 Aug 2017 11:37 WIB
gas
Pelanggan PGN Protes Aliran Gas Padam Sejak Tiga Hari Lalu
Pekerja memasang alat ukur pemakaian jaringan gas PGN di Lampung, Ant - Adriansyah

Metrotvnews.com, Bekasi: Aliran gas di Kecamatan Rawalumbu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berhenti sejak Minggu 6 Agustus 2017. Pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Rawalumbu pun protes.

Bratha Effendi, warga Bojong Rawalembu, mengatakan, istrinya jadi sulit memasak karena gas padam. Padahal, keluarganya bergantung pada kebutuhan gas untuk memasak.

"Akibatnya, kami menggunakan kompor portabel yang biasa dipakai untuk kegiatan outdoor untuk memasak," kata Bratha di Bekasi, Rabu 9 Agustus 2017.

Bratha mengaku, menjadi pelanggan PGN dalam setahun terakhir. Ia mengaku tak tahu alasan pemadaman aliran gas.

Saat pagi, lanjut pria berusia 35 tahun itu, istrinya selalu menyediakan makanan untuk suami dan anak-anak. Istri juga biasa memasak air untuk mensterilisasi botol dot anak yang masih berusia balita.

"Tapi sejak dua hari lalu, praktis aktivitas pun terganggu. Karena tidak ada gas," ujar Bratha.

Bratha mengaku tak memiliki bahan bakar cadangan, misal elpiji. Sebab keluarganya bergantung pada PGN.

"Sejak gas bumi ini dipasang, saya sudah tidak kepikiran lagi untuk membeli tabung elpiji. Karena buat apa, kalau sudah ada gas bumi," katanya.

Untuk berlangganan, Bratha rutin membayar iuran Rp125 ribu per bulan. Ia mengaku tak pernah bermasalah dengan pembayaran iuran.

Keluhan senada disampaikan Mangiring, 41, warga Narogong, Kecamatan Rawalumbu. Ia mengaku bukan dirinya saja yang mengalami masalah itu.

"Seluruh warga di Narogong, Perumahan Pondok Hijau, Bojong Menteng resah karena PGN mati selama tiga hari," katanya.

Mangiring mengatakan ia pernah mengklarifikasi masalah itu ke petugas PGN. Petugas beralasan terjadi gangguan teknis pada jaringan distribusi sehingga aliran gas berhenti.

"Menurut operatornya ada pipa bocor di jaringan induk Cirebon," kata Mangiring.

Jonder Sihotang, 55, warga Perumahan Rawalumbu, pun menyampaikan keluhan yang sama. Ia dan beberapa warga berencana mendatangi Kantor PGN di Jembatan II Rawalumbu besok.

"Kami akan meminta penjelasan pengelola atas masalah ini. Sudah tiga hari istri saya tidak bisa masak. Kami makan di luar. Biaya jadi bengkak," ungkap Jonder.


(RRN)