Ridwan Kamil Minta RT-RW Aktif Awasi Warga

Roni Kurniawan    •    Selasa, 11 Jul 2017 19:43 WIB
ledakan bom
Ridwan Kamil Minta RT-RW Aktif Awasi Warga
Polisi menjaga rumah kontrakan tempat terjadi ledakan di Kubang Beureum kelurahan Sekejati Buahbatu Bandung, Jawa Barat, Sabtu (8/7). (Antara/Agus Bebeng)

Metrotvnews.com, Bandung: Ledakan bom beberapa kali terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Ridwan Kamil selaku komandan Kota Kembang meminta kepala wilayah meningkatkan kewaspadaan.

"Arahan saya kepada para lurah agar segera mengkoordinasikan RT RW-nya untuk proaktif," ujar pria yang akrab disapa Emil ini di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Selasa, 11 Juli 2017.

Emil mengatakan, terduga pelaku bom panci di kawasan Buah Batu pada akhir pekan lalu menjadi cambuk bagi aparatur kewilayahan. Pasalnya terduga pelaku dengan inisial AW merupakan warga pendatang dari Kabupaten Garut yang telah tinggal di kawasan tersebut selama kurang lebih empat bulan.

Baca: AW Dikenal Teman Satu Kontrakan Berkepribadian Tertutup

"Kan kemarin faktanya dia bukan warga Bandung. Dia mencari nafkah di Bandung, itu contoh untuk menjadi perhatian," kata dia.

Bahkan Emil mengaku telah mencanangkan program rapor warga sebagai salah satu bentuk evaluasi dan untuk mengetahui aktivitas. Emil pun menginstruksikan para aparatur kewilayahan untuk menggalakkan kembali program tersebut dan tak hanya menunggu laporan dari warga.

"Apakah dia rajin kerja bakti, rapat. Kalau nilainya kurang, patut dicurigai. Yang di Buah Batu itu menurut kabar tidak terdeteksi juga padahal RT seharusnya bisa melakukan upaya kewaspadaan," tuturnya.

Emil mengajak warga untuk peran aktif melaporkan jika menemukan kejanggalan di wilayah masing-masing. Namun Emil meminta warga tidak panik dan tetap tenang atas kejadian bom panci tersebut.

"Masyarakat secara umum harus tetap tenang beraktivitas. Bandung kota wisata, yang penting selalu waspada. Pesan sayang utama, dalam situasi seperti ini tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari tapi tingkat kewaspadaan harus lebih tinggi," pungkasnya.


(SAN)