Aher Lepas Primata Maskot PON ke Alam Liar

Jaenal Mutakin    •    Rabu, 07 Sep 2016 14:44 WIB
pon 2016
Aher Lepas Primata Maskot PON ke Alam Liar
Aher menandatangani monumen Save Surili di Patenggang, MTVN - Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Surili menjadi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat. Menjelang pelaksanaan PON, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas hewan primata asli Jabar itu ke alam liar.

Gubernur yang akrab disapa Aher itu mendatangi Cagar Alam Patenggang, Kabupaten Bandung, pada Rabu siang 7 September. Aher melepaskan sepasang hewan bernama latin Presbytis comate itu.

Surili, kata Aher, merupakan hewan primata khas dari Jabar. Sayang, hewan tersebut mulai punah akibat perburuan liar.


(Surili beraktivitas di pepohonan di kawasan hutan Cagar Alam Situ Patenggang, Kabupaten Bandung, Ant - Novrian Arbi)

Lantaran itu, lanjut Aher, PON memperkenalkan surili pada masyarakat dalam bentuk maskot. Pemilihan surili mewakili kearifan masyarakat Jabar yaitu kebersahajaan, kelincahan, kehangatan, dan kelucuan.

"PON ini kan tidak semata - mata berkaitan dengan olah raga. Tapi juga menanamkan nilai budaya dan lingkungan. Alhamdulillah kami memilih surili sebagai maskot PON," kata Aher yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB PON XIX Jabar.

Aher mengakui hewan yang masuk dalam spesies monyet itu berada di ambang kepunahan. Di Patenggang, jumlah surili hanya 40 ekor. Dengan pelepasan dua surili, Aher berharap binatang berambut di sekujur tubuhnya itu terus berkembang biak.


(Cenderamata PON XIX Jabar 2016 yang menampilkan gambar maskot Surili, Ant - Agus Bebeng)

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar, Sylvana Ratina, mengakui surili menjadi sasaran empuk perburuan liar. Sepanjang 2012 hingga 2015, BKSDA menyelamatkan belasan ekor surili dari pemburu.

Pelaku hendak menjual hewan-hewan itu ke Indonesia bagian timur. Namun BKSDA dapat menggagalkan upaya tersebut. Pelaku dihukum secara pidana. Surili dikembalikan ke alam liar.

"Namun jumlah surili yang diselamatkan lebih sedikit ketimbang yang diburu," kata Sylvana.



(RRN)