Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dibangun di Bantargebang

Antonio    •    Rabu, 21 Mar 2018 16:48 WIB
pembangkit listrikpengelolaan sampah
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dibangun di Bantargebang
Groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (21/3).. (medcom/Antonio)

Bekasi: Pemerintag Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu 21 Maret 2018.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, untuk kota besar seperti DKI Jakarta memerlukan teknologi cepat, signifikan, dan ramah lingkungan untuk memusnaskan sampah dengan proses termal. Sampah di DKI mencapai 7.000 ton/hari. 

"Pemusnahan sampah secara termal dapat menghasilkan listrik dari sampah," ujar Unggul. 

Unggul mengingatkan, yang harus disepakati yakni tujuan utama teknologi termal ialah pemusnahan sampah secara cepat. Dia berharap, pembangunan PLTSa tuntas dalam satu tahun. 

"Setelah selesai pembangunan, uji coba dan pengoperasiannya akan dilakukan antara BPPT dan Pemprov DKI Jakarta yang diatur dalam suatu perjanjian kerjasama," tuturnya.

Pembangunan PLTSa merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan BPPT dalam Pengkajian, Penerapan dan Pemasyarakatan Teknologi untuk mendukung pembangunan DKI Jakarta khususnya pengkajian dan penerapan teknologi pengelolaan sampah.

Sekda Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada BPPT. Walaupun, kata dia, pembangunan PLTSa itu masih skala kecil atau hanya 50 ton per hari dengan areal 7.000 meter persegi.

"Nanti kita lihat hasilnya, DKI akan membuat empat ITF (Intermediate Treatment Facility), dengan areal yang dibutuhkan sekitar 4 sampai 5 hektar. Kalau ini ada model oleh BPPT yang lebih kecil di areal 7.000 meter, nanti kita bisa skill up dimana - mana," katanya.


(LDS)