Permenhub 108/2017 Disambut Baik Pengemudi Trasnportasi Online di Jabar

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 08 Nov 2017 15:39 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Permenhub 108/2017 Disambut Baik Pengemudi Trasnportasi <i>Online</i> di Jabar
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Lahirnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek menjadi kebanggaan bagi para pengemudi transportasi online. Dengan adanya peraturan tersebut, transportasi online tidak lagi dianggap ilegal.

"Kini aturannya jadi jelas," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Jawa Barat Yudi Setiadi di Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, Selasa 7 November 2017.

Meski begitu, Yudi merasa ada beberapa hal perlu dikritisi, di antaranya mengenai kuota pengemudi. "Untuk kuota, kita masih memperjuangkan. Apalagi, saat ini masih ada aplikator yang masih membuka lowongan driver secara online," ucapnya.

(Baca: Permenhub 108/2017 Diharapkan Hapus Ego Angkutan Konvensional dan Online)

Yudi menegaskan, pihaknya memohon penetapan kuota tidak berlaku surut. Pasalnya, jumlah pengemudi transportasi online di JAbar saat ini sudah cukup banyak.

"Saya harapkan sekali kepada Gubernur dan Dishub untuk masalah kuota di Jawa Barat tidak berlaku surut," lanjutnya.

Selain itu, terkait tarif juga perlu diperhatikan. Menurut Yudi, tarif transportasi online saat ini masih di bawah tarif yang ditetapkan yaitu Rp3.500.

Terkait penandaan khusus pada kendaraan pribadi yang digunakan sebagai transportasi online pun perlu diertimbangkan kembali. Sejumlah pengemudi transportasi berbasis apliasi mengaku keberatan karena tidak setiap saat kendaraannya dijadikan transportasi online.

(Baca: Angkutan Konvensional dan Online Bakal Kawal Pelaksanaan Permenhub 108/2017)


(NIN)