Sultan Dinilai Bijaksana Abadikan Sejarah Sunda di Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 03 Oct 2017 18:55 WIB
Sultan Dinilai Bijaksana Abadikan Sejarah Sunda di Yogyakarta
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam sebuah kesempatan wawancara. Foto: MTVN/Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Sleman: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono IX menetapkan Pajajaran dan Siliwangi menjadi dua nama jalan arteri di Kota Yogyakarta. Langkah ini dipuji oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

"Langkah Sultan memberikan nama jalan sangat bijaksana. Beliau raja Jawa yang luar biasa," ujar Emil usai peresmian nama baru jalan Arteri (Ring Road) Yogyakarta, di Simpang Empat Jombor, Kabupaten Sleman, DIY, Selasa 3 Oktober 2017.

Pajajaran adalah kerajaan yang menguasai kawasan Jawa Barat kini. Sedangkan Siliwangi adalah raja yang memimpin kerajaan itu sejak 1482 hingga 1521. Siliwangi pun membuat kerajaan Pajajaran menjadi semakin makmur.

Emil menangkap niat dari Sultan menetapkan dua nama tersebut. Sebagai balasan, Bandung segera menyiapkan balasan setimpal. "Jalan Mataram sedang saya siapkan," kata dia.

Mataram merupakan kerajaan Islam yang menjadi cikal bakal DIY dan Jawa Tengah kini. Peninggalan budaya dan sejarah dua kerajaan ini perlu sama-samai diakui.

Dia mengakui, masih ada masalah psikologis yang selama ini dirasakan sebagian warga keturunan Jawa dan Sunda. Hal itu perlu dihilangkan. "Sepulang dari sini saya rapatkan dengan DPRD. Soal budaya itu kan yang penting semua menyepakati," kata dia.

Daerah Istimewa Yogyakarta mengganti nama ruas jalan arteri (ring road) Yogyakarta menjadi beberapa nama. Perubahan nama ruas jalan itu didasarkan pada Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 166/Kep/2017 tanggal 24 Agustus 2017.

Ruas Jalan Siliwangi dari simpang empat Pelem Gurih hingga simpang empat Jombor sepanjang 8,58 kilometer. Sementara itu, Jalan Pajajaran dari simpang empat Jombor hingga simpang tiga Maguwoharjo sepanjang 10 kilometer.
(SUR)