Tidak Ada yang Spesial dari Kasus Bahar bin Smith

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 20 Dec 2018 10:42 WIB
kekerasan anakkekerasan
Tidak Ada yang Spesial dari Kasus Bahar bin Smith
Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Desember 2018. Medcom.id/ P Aditya Prakasa.

Bandung: Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto menyebut perkara yang sedang dihadapi Bahar bin Smith adalah kasus biasa. Agung tidak ingin kasus tersebut dibesar-besarkan oleh sejumlah pihak.

Agung menjelaskan, dalam indeks kejahatan, kasus penganiayaan merupakan salah satu yang tertinggi. Sejak Januari hingga minggu ini, tercatat ratusan kasus penganiayaan terjadi di Jawa Barat.

"Kalau kasusnya itu biasa-biasa saja, karena di Jawa Barat yang masuk crime index itu kejahatan yang paling sering terjadi. Jadi kalau saya hitung sampai dengan minggu ini mulai dari Januari, kasusnya penganiayaan itu ada 851 kasus, salah satunya tersangka BS," kata Agung di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Desember 2018.

Sebagaimana diatur undang-undang, Polda Jabar akan melakukan proses hukum terhadap orang yang melakukan kejahatan.

Agung juga memastikan jika polisi bersikap netral dalam penyidikan kasus yang menyeret Bahar bin Smith.

"Beberapa bulan lalu telah terjadi kasus pencabulan oleh seorang ustaz kepada 12 santriwati dan yang kita proses ustaznya saja. Bukan ustaz selalu, tapi kita proses artinya kita tidak mengenal siapa, jadi siapa yang melakukan perbuatan, itu yang bertanggung jawab," jelas Agung.

Agung menjelaskan, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam menindak setiap kasus. Menurutnya, semua orang sama di mata hukum yang berlaku.

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan dan melengkapi pemberkasan kasus dugaan penganiayaan oleh Bahar bin Smith untuk dapat segera dilimpahkan ke pengadilan. Saat ini, pihaknya belum mempertimbangkan mengenai penangguhan penahanan tersangka Bahar bin Smith.

"Saya belum pikirkan itu, yang penting saya pikirkan bagaimana pemberkasannya dan administrasinya kita lengkapi. Kondisi BS baik, kita perlakukan sama dengan yang lain, jadi kewajiban kita juga untuk memberikan perlindungan, pelayanan, hak mendapatkan makan, hak mendapatkan ibadah, kita berikan semuanya," pungkas Agung.


(DEN)