Jembatan Gantung di Cianjur Putus

Antara    •    Selasa, 04 Dec 2018 15:27 WIB
bencana longsorbencana banjir
Jembatan Gantung di Cianjur Putus
ilustrasi Medcom.id

Cianjur: Jembatan gantung penghubung antar desa di Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, putus akibat diterjang air bah. Tak ada korban jiwa
dalam peristiwa tersebut namun aktivitas warga khususnya anak sekolah
terganggu.

Rahmat, 54, warga Kecamatan Cidaun mengatakan, akibat putusnya jembatan gantung tersebut, ratusan anak usia sekolah terpaksa libur. Hal itu lantaran jalan alternatif lain harus ditempuh dengan waktu yang cukup lama untuk sampai ke sekolah karena landasan jalan buruk.

Putusnya jembatan penghubung antar desa Neglasari dan Gelarpawitan itu, terjadi ketika hujan turun deras menyebabkan meluapnya Sungai Cidamar yang membentang di bawah jembatan. Saat ini warga berharap dinas terkait di Pemkab Cianjur, segera memperbaiki jembatan yang putus agar ratusan kepala keluarga tidak terisolasi.

Sementara akibat meluapnya Sungai Cidamar dan Cidaun, membuat puluhan rumah milik warga di beberapa kampung di Kecamatan Cidaun terendam banjir setinggi dada orang dewasa.

Air bah sempat merendam perkampungan hingga tiga jam, sehingga sebagian besar warga mengungsi ke tempat aman guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Tercatat sekitar 50 rumah di 3 kampung terendam banjir akibat meluapnya kedua sungai yang membentang di wilayah tersebut dan tiga warung milik warga rusak," kata Rahmat.

Menjelang siang warga masih bertahan dipengungsian karena takut hujan kembali turun deras dan air sungai meluap kembali merendam perkampungan.

Air bah juga merendam puluhan hektare areal pesawahan di lima kampungseperti Kampung Babakan, Bobojong, Sukamaju, Jogjogan dan Kampung Girang.

"Setiap tahun wilayah Cidaun merupakan langanan banjir akibat meluapnya sejumlah sungai. Harapan kami ada pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan," katanya.



(ALB)